BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera, Cegah Bencana Susulan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaksanakan ribuan sorti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera hingga pertengahan Januari 2026 guna menekan curah hujan dan mencegah bencana susulan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara masif menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Sumatera. Kegiatan ini dilakukan menyusul potensi bencana hidrometeorologi pascabencana yang melanda beberapa daerah. Hingga 14 Januari 2026, total sorti penerbangan OMC telah mencapai 1.201 sorti di seluruh wilayah tersebut.
Operasi modifikasi cuaca ini bertujuan utama untuk mengurangi intensitas curah hujan. Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana susulan. Bencana susulan yang diwaspadai meliputi banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi di musim penghujan.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan fokus operasi. Ia menyebutkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana. Hal ini untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk cuaca ekstrem di Sumatera.
Detail Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera
Pelaksanaan operasi ini oleh BNPB telah tersebar di beberapa provinsi di Sumatera. Provinsi Aceh menjadi salah satu fokus utama dengan 449 sorti penerbangan yang telah dilakukan. Total bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) mencapai 431.600 kilogram di wilayah ini.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, kegiatan OMC juga berlangsung intensif. Tercatat sebanyak 368 sorti penerbangan telah dilaksanakan untuk memodifikasi cuaca. Jumlah bahan semai yang digunakan di Sumatera Utara mencapai sekitar 322 ribu kilogram.
Tidak ketinggalan, Provinsi Sumatera Barat turut menjadi bagian penting dari operasi ini. Sebanyak 384 sorti penerbangan telah tercatat di Sumatera Barat. Total bahan semai yang disebarkan di provinsi ini mencapai 381.325 kilogram.
Angka-angka ini menunjukkan skala besar dari upaya BNPB. Upaya ini merupakan komitmen serius pemerintah dalam mitigasi bencana. Tujuannya untuk menjaga stabilitas lingkungan dan keselamatan warga.
Tujuan dan Fokus Strategis Operasi Modifikasi Cuaca
Abdul Muhari menegaskan bahwa operasi ini difokuskan pada pengendalian intensitas curah hujan. Wilayah-wilayah yang menjadi target adalah daerah rawan terdampak bencana. Pengendalian curah hujan sangat krusial untuk mencegah dampak yang lebih parah.
Tujuan utama lainnya adalah meminimalkan risiko bencana lanjutan. Bencana seperti banjir dan tanah longsor seringkali mengikuti hujan deras yang berkepanjangan. Dengan modifikasi cuaca, diharapkan intensitas hujan dapat dikurangi secara signifikan.
Strategi ini merupakan respons proaktif terhadap cuaca ekstrem. Ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat. Kesiapan menghadapi potensi bencana menjadi prioritas utama lembaga ini.
Operasi ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang. Tujuannya untuk membangun ketahanan wilayah terhadap iklim. BNPB terus berupaya adaptif dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Latar Belakang dan Koordinasi Lintas Sektor OMC
Pelaksanaan operasi di Sumatera ini bergulir setelah adanya pertemuan penting. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Sekretariat Kabinet pada 22 Desember 2025.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas arahan khusus kepada BMKG. Arahan tersebut meliputi pemantauan cuaca secara berkelanjutan. Selain itu, BMKG juga diminta menyiapkan langkah antisipasi, termasuk upaya modifikasi cuaca. Tujuannya mencegah hujan tinggi yang tidak terkontrol, terutama di daerah terdampak bencana di Sumatera.
BNPB berkomitmen penuh untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Koordinasi ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan juga menjadi bagian integral dari upaya ini.
Seluruh unsur masyarakat juga diharapkan turut serta dalam upaya mitigasi bencana. Sinergi ini penting guna mencapai hasil optimal. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh bagi seluruh warga Sumatera.
Sumber: AntaraNews