BPBD DKI Jakarta Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca, Semai NaCl di Selat Sunda hingga Tangerang
BPBD DKI Jakarta intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari ketiga, menyemai bahan di Selat Sunda hingga Tangerang untuk mitigasi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi. Simak detailnya!
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari ketiga. Upaya ini dilakukan dengan menyemai bahan seperti Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) di wilayah Perairan Selat Sunda hingga Kabupaten Tangerang.
OMC ini merupakan bagian dari strategi mitigasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Pelaksanaan operasi ini diharapkan dapat mengurangi intensitas hujan di area prioritas.
Kegiatan ini dilakukan pada Minggu, 18 Januari, melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Strategi Penyemaian Awan dalam Operasi Modifikasi Cuaca
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan bahwa sorti kesatu difokuskan pada wilayah Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon. Tujuan utamanya adalah meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.
Pada sorti ini, bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram digunakan pada ketinggian terbang 11.000 kaki, dengan awan target jenis Cumulus. Hasil pengamatan menunjukkan awan memiliki base sekitar 3.000 kaki dan top hingga 15.000 kaki, dengan arah angin di ketinggian 11.000 kaki berasal dari barat.
Selanjutnya, sorti kedua dilaksanakan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta dan sekitarnya.
Pada sorti kedua, sebanyak 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) digunakan pada ketinggian sekitar 6.000 kaki. Awan target Cumulus Humilis yang memiliki base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki menjadi sasaran, dengan arah dan kecepatan angin terpantau bergerak ke arah barat.
Kolaborasi dan Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Pada sorti ketiga, penyemaian difokuskan pada wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–6.000 kaki menggunakan 800 kilogram CaO.
Awan target Cumulus Humilis–Mediocris yang memiliki base 1.500–4.000 kaki dan top sekitar 6.000 kaki menjadi fokus dalam sorti ini. Saat penyemaian berlangsung, arah angin terpantau berasal dari barat laut.
Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyampaikan bahwa potensi hujan lebat pada hari ini umumnya terjadi pada periode siang hingga sore hari. Ia berharap upaya modifikasi cuaca dapat mengantisipasi kondisi ini secara optimal.
BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Informasi kebencanaan dan peringatan dini cuaca dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.
Sumber: AntaraNews