BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sulut Hingga 1 Februari 2026
Waspada! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Utara (Sulut) akan berlangsung hingga 1 Februari 2026, dipicu oleh beberapa faktor global dan lokal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda beberapa wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut). Fenomena ini diperkirakan berlangsung mulai hari ini, Senin (26/1), hingga 1 Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul.
Kepala Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Astrid Y Lasut, mengajak warga untuk "Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian." Peringatan ini disampaikan di Manado, menekankan pentingnya persiapan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer dan iklim. Pusat tekanan rendah di bagian timur Filipina, indikator fenomena cuaca global, dan labilitas lokal yang kuat menjadi penyebab utama kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan ini.
Penyebab dan Mekanisme Cuaca Ekstrem di Sulut
Pusat tekanan rendah yang terbentuk di bagian timur Filipina berperan penting dalam menarik massa udara di sekitar wilayah Sulawesi Utara. Tarikan massa udara ini secara tidak langsung memicu terjadinya angin kencang, khususnya di wilayah kepulauan Sulut. Kondisi ini dapat menyebabkan gelombang tinggi dan mengganggu aktivitas maritim.
Selain itu, nilai indikator fenomena cuaca global juga menunjukkan anomali yang signifikan. Southern Oscillation Index (SOI) tercatat pada nilai +10.8, sementara Indeks ENSO di Nino 3.4 berada pada angka -0.91. Kedua indikator ini secara kolektif berkontribusi pada peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, termasuk Sulawesi Utara.
Kondisi labilitas lokal yang kuat di atmosfer turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Awan-awan ini berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang seringkali disertai kilat atau petir. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terbentuknya cuaca ekstrem di berbagai daerah di Sulut.
Peta Wilayah dan Jadwal Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
BMKG telah merinci jadwal dan lokasi potensi cuaca ekstrem di Sulawesi Utara untuk beberapa hari ke depan. Pada Selasa (27/1), cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa. Masyarakat di daerah ini diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang cepat.
Kemudian, pada Rabu (28/1), potensi cuaca ekstrem akan bergeser ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Warga di kedua wilayah tersebut disarankan untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan hujan lebat dan angin kencang. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi jika tidak mendesak.
Memasuki akhir pekan, pada Jumat (30/1), cuaca ekstrem berpeluang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Selanjutnya, pada Sabtu (31/1), potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Terakhir, pada Minggu (1/2), cuaca ekstrem diprakirakan kembali terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sumber: AntaraNews