BKPSDM Rejang Lebong Optimalkan Pelayanan Administrasi Kepegawaian dengan 31 Personel Khusus
BKPSDM Rejang Lebong menghadirkan inovasi baru dalam Pelayanan Administrasi Kepegawaian. Dengan 31 personel khusus, birokrasi dipercepat, menghilangkan 'praktik pingpong' berkas, dan mempermudah akses ASN.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, baru-baru ini mengambil langkah signifikan. Mereka menyiapkan 31 personel khusus guna membenahi dan mempercepat Pelayanan Administrasi Kepegawaian di wilayah tersebut.
Inisiatif ini bertujuan memberikan kepastian layanan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala BKPSDM Rejang Lebong, Erwan Zuganda, menjelaskan bahwa tim ini akan menjadi narahubung atau Person In Charge (PIC).
Pembentukan tim PIC merupakan upaya strategis untuk mengatasi keluhan terkait proses administrasi kepegawaian. Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan praktik "pingpong" berkas atau lempar tanggung jawab antar-meja yang selama ini kerap dikeluhkan oleh pegawai.
Optimalisasi Layanan Tatap Muka dengan Tim PIC
Tim PIC terdiri dari 4 koordinator dan 27 petugas pelayanan administrasi kepegawaian. Setiap petugas bertanggung jawab melayani dua OPD secara spesifik. Pembagian tugas ini memastikan fokus dalam setiap proses administrasi, serta mempercepat Pelayanan Administrasi Kepegawaian.
Proses administrasi seperti kenaikan gaji berkala (KGB), kenaikan pangkat, hingga urusan pensiun kini dapat diselesaikan secara terfokus dalam satu titik layanan. Pegawai akan langsung diarahkan ke petugas PIC yang relevan setelah melapor di resepsionis. Ini menciptakan alur layanan yang lebih efisien bagi ASN.
Erwan Zuganda menegaskan prinsip pelayanan prima yang diusung BKPSDM Rejang Lebong. Syarat, petugas, dan waktu layanan kini menjadi lebih jelas bagi ASN. Sistem ini dirancang untuk menghapus praktik lempar tanggung jawab antar-meja yang seringkali menghambat.
Inovasi Digital untuk Kemudahan Akses ASN
BKPSDM Rejang Lebong tidak hanya mengoptimalkan layanan tatap muka bagi ASN. Mereka juga memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menjangkau pegawai yang bertugas di wilayah pinggiran. Petugas PIC kini menyediakan akses konsultasi melalui pesan instan WhatsApp.
Selain WhatsApp, komunikasi juga dapat dilakukan melalui pos elektronik (email). Inovasi ini memungkinkan ASN mengecek kelengkapan berkas secara daring terlebih dahulu sebelum datang langsung ke kantor. Hal ini sangat membantu dalam proses Pelayanan Administrasi Kepegawaian.
Erwan Zuganda berharap tidak ada lagi pegawai dari pelosok yang datang jauh-jauh hanya untuk diberi tahu bahwa berkasnya kurang. Konsultasi daring memungkinkan mereka memastikan kelengkapan dokumen secara efisien. Setelah berkas lengkap, barulah ASN menyerahkan dokumen fisik kepada petugas.
Sumber: AntaraNews