Alasan Bocah 6 Tahun Dirantai Bikin Haru, Polisi Diminta Pertimbangkan Sosial Proses Hukum Orangtua Korban
Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela usai menemui SP (6), bocah yang kakinya di rantai orang tuanya saat ditinggal ke rumah Sakit.
Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan kasus bocah perempuan dirantai dalam rumah di wilayah Pemukiman Karya Tani register 45, Kecamatan Mestim, Kabupaten Mesuji, Lampung, kepada kepolisian.
Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela usai menemui SP (6), bocah yang kakinya di rantai orang tuanya saat ditinggal ke rumah Sakit.
"Untuk proses hukum, kami serahkan kepada pihak yang berwenang, penegak hukum yang menangani kasus ini, dalam hal ini adalah Polres Mesuji," kata Jihan, Selasa (21/10).
Meski begitu, Jihan berharap untuk kepolisian dapat melihat kembali latar belakang dari keluarga tersebut.
"Latar belakang yang kami sampaikan, mereka berdua adalah masyarakat dengan ekonomi dan masalah sosial yang kompleks. Apakah latar belakang yang dilakukan orangtuanya itu benar-benar ada mens rea-nya (niat jahat)? Jadi betul-betul dikaji dengan baik sehingga hukum bisa ditegakkan dengan adil," ujar Jihan.
Alasan Dirantai
Jihan menyebutkan SP diikat orangtuanya karena orangtuanya berangkat jam tiga pagi ke rumah sakit untuk melakukan kontrol anaknya yang kedua.
"Anaknya kedua menderita penyakit jantung bawaan, labiopalatoschizis, yang harus kontrol sebulan sekali. Sedangkan, anak yang pertama itu tidak memungkinkan untuk dibawa saat kontrol karena pertama, menggunakan sepeda motor yang tidak aksesibel untuk bisa dibawa, karena masih kecil juga," kata dia.
Oleh karena itu, kedua orangtuanya memutuskan untuk mengikat SP, karena ayahnya juga bekerja sebagai pekerja harian lepas.
"Itu yang mereka putuskan dan itu adalah kesalahan yang akhirnya Polres menindaklanjuti untuk diproses secara hukum," ujar Jihan.
Pemkab Mesuji Beri Pendampingan
Sementara itu Bupati Mesuji, Elfiana Khamamik mengatakan Pemkab Mesuji akan lebih mengedepankan rasa kemanusiaan bagi masyarakat.
"Anak-anaknya kami berikan pendampingan, apalagi masih dalam keadaan sakit anaknya yang kedua, anak yang pertama juga sepertinya kurang berat badannya," kata Elfiana.
Elfiana menyebutkan secara sosial, kehidupan keluarga orangtua SP sangat kompleks sehingga dibutuhkan penanganan Pemkab Mesuji lebih lanjut.
"Kalau soal hukum, kami serahkan kepada pihak yang berwajib," tandasnya.