Aksi Sosial Unesa: Bantu Korban Banjir Sumatera dengan Pendidikan dan Pendampingan Psikologis
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meluncurkan **aksi sosial Unesa** komprehensif untuk korban banjir Sumatera, meliputi bantuan pendidikan, psikologis, dan kebutuhan pokok. Bagaimana Unesa memastikan pemulihan menyeluruh?
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara proaktif meluncurkan aksi sosial Unesa yang komprehensif untuk membantu korban bencana banjir di wilayah Sumatera. Inisiatif kemanusiaan ini mencakup berbagai bentuk dukungan esensial, mulai dari bantuan pendidikan, pendampingan psikologis, hingga distribusi kebutuhan pokok mendesak. Program ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen Unesa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam upaya penanggulangan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak.
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, menegaskan bahwa partisipasi aktif kampusnya dalam menangani isu-isu sosial masyarakat merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar. "Saling membantu dan gerak cepat dalam penanggulangan bencana saat ini sangat dibutuhkan oleh para korban," ujar pria yang akrab disapa Cak Hasan itu. Beliau menekankan pentingnya respons cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Semua bantuan yang disalurkan oleh Unesa dipastikan akan didistribusikan secara merata dan transparan. Fokus utama bantuan mencakup keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga semester delapan bagi mahasiswa Unesa yang terdampak. Selain itu, Unesa juga menyediakan bantuan biaya hidup selama satu semester penuh serta fasilitas pembelajaran yang memadai. Langkah strategis ini bertujuan memastikan keberlangsungan pendidikan bagi para korban banjir.
Dukungan Pendidikan dan Pendampingan Psikologis untuk Korban Banjir
Dalam kerangka aksi sosial Unesa ini, perhatian khusus diberikan pada aspek pendidikan dan kesehatan mental para korban banjir. Unesa secara konkret menawarkan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga semester delapan bagi mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak bencana. Inisiatif ini diharapkan dapat secara signifikan meringankan beban finansial mereka, sekaligus memastikan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi tetap terbuka dan tidak terputus.
Tidak hanya itu, bantuan biaya hidup (living cost) selama satu semester turut disediakan untuk mendukung kebutuhan dasar sehari-hari mahasiswa yang sedang berjuang. Fasilitas pembelajaran yang memadai juga disiapkan agar proses belajar mengajar dapat terus berjalan tanpa hambatan berarti. Komitmen kuat ini menunjukkan kepedulian mendalam Unesa terhadap masa depan pendidikan dan kesejahteraan generasi muda di wilayah yang terkena dampak bencana.
Aspek pendampingan psikologis menjadi elemen krusial dalam upaya pemulihan pasca-bencana, mengingat dampak emosional yang seringkali dialami korban. Unesa akan menerjunkan tim relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) serta Fakultas Kedokteran (FK) yang terlatih. Mereka akan memberikan dukungan emosional dan mental yang dibutuhkan, membantu korban mengatasi trauma, kecemasan, dan dampak psikologis lainnya akibat musibah banjir.
Solidaritas dan Distribusi Bantuan Kebutuhan Pokok
Sebagai bagian integral dari aksi sosial Unesa, kampus ini juga merencanakan serangkaian kegiatan yang menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian. Sebuah acara doa bersama dan lelang amal akan diselenggarakan pada tanggal 8 Desember 2025, dengan tujuan utama menggalang dana tambahan untuk membantu korban. Kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan seluruh sivitas akademika Unesa, memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.
Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan kepedulian ini adalah penerjunan tim relawan pada tanggal 10 Desember 2025, yang akan bergerak menuju seluruh daerah yang terdampak banjir. Tim relawan ini tidak hanya berasal dari Fakultas Psikologi dan Kedokteran, tetapi juga diperkuat oleh anggota dari Satuan Mitigasi Crisis Center (SMCC) Unesa. Kehadiran mereka di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan penanganan pasca-bencana secara efektif.
Bersamaan dengan penerjunan tim relawan, Unesa akan menyalurkan berbagai jenis bantuan kebutuhan pokok yang sangat mendesak bagi para korban. Bantuan tersebut meliputi pasokan makanan, air minum bersih, pakaian layak pakai, serta perlengkapan sanitasi yang esensial. Distribusi ini dirancang secara cermat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memastikan kesejahteraan minimal bagi masyarakat yang kehilangan banyak akibat bencana.
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, kembali menegaskan komitmen teguh kampusnya untuk memantau dan mengevaluasi dampak dari seluruh bantuan yang telah disalurkan. "Unesa berkomitmen memantau dan mengevaluasi dampak seluruh bantuan guna memastikan keberlanjutan pemulihan," katanya, menekankan pentingnya akuntabilitas. Evaluasi berkala ini sangat vital untuk memastikan efektivitas program dan keberlanjutan upaya pemulihan jangka panjang bagi korban banjir.
Sumber: AntaraNews