Ada 300 Dosis, Hewan Ternak di Bekasi Bakal Divaksinasi Cegah PMK
Kegiatan ini menjadi upaya untuk memutus rantai penyebaran PMK dan memastikan hewan sehat sebelum dilalulintaskan.
Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Barat turut menggelar kampanye ring vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di kendang sapi Holding Ground milik PT Sistemaju Mandiri Prakarsa, Kabupaten Bekasi. Sebanyak 300 dosis vaksin disiapkan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
"Ini adalah upaya preventif dan edukatif untuk melindungi ternak dari ancaman PMK. Selain itu, ini juga bagian dari komitmen kita bersama untuk mewujudkan Indonesia bebas PMK pada tahun 2035. Kampanye vaksinasi ini salah satu wujud bahwa Karantina Jawa Barat hadir secara konsisten turut serta dalam pengendalian penyakit hewan," ujar Kepala Karantina Jawa Barat Rizal Nasution, Bandung, Kamis (22/5).
Lebih lanjut Rizal juga menjelaskan, kampanye yang berlangsung tiga hari, 20-22 Mei, merupakan bagian dari kampanye nasional yang digagas oleh Barantin bersama Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI), Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), dan Kementerian Pertanian.
Sebanyak 300 dosis vaksin disiapkan dalam kegiatan ini untuk diberikan secara bertahap ke ternak sapi di lokasi dan sekitar instalasi karantina hewan pihak lain. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memutus rantai penyebaran PMK dan memastikan hewan sehat sebelum dilalulintaskan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Supriyanto menyampaikan bahwa secara keseluruhan pihaknya telah melaksanakan vaksinasi sebanyak 1,1 juta dosis sejak tahun 2023. Pada tahun 2025 ini, sekitar 80.000 dosis telah diberikan.
Dia juga mendorong para peternak untuk mulai melakukan vaksinasi secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya kepada pemerintah, mengingat vaksin kini sudah bisa diperoleh secara bebas.
"Dinas melaksanakan bulan vaksinasi secara serentak di Provinsi Jawa Barat setahun dua kali. Data terbaru juga mencatat bahwa kasus PMK menunjukkan tren penurunan signifikan di Jawa Barat," ucap Supriyanto.
Dalam sambutannya secara daring, Kepala Barantin Sahat M Panggabean menyatakan kampanye serentak ini menjadi bukti nyata dukungan Barantin untuk percepatan penanganan PMK. Melaksanakan tugas Barantin sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan untuk pelindungan sumber daya alam hayati.
"Kami mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan ini. Vaksinasi ring ini menjadi langkah strategis untuk menjamin ternak sehat sebelum dilalulintaskan. Tahun ini, kami menargetkan 3.000 dosis vaksin PMK dari Barantin sebagai kontribusi langsung dalam program nasional ini," kata Sahat.
Sahat menambahkan, pemerintah telah menargetkan distribusi vaksin PMK tahun 2025 berdasarkan zona, yakni 6,7 juta dosis untuk zona kuning, 13 juta dosis untuk zona merah, dan 0 dosis untuk zona hijau sebagai langkah akhir menuju eradikasi.
Kampanye ini menandai semangat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan hewan ternak nasional dan mendukung ketahanan pangan Indonesia.