Acil Bimbo Meninggal Dunia: Sosok Penting di Balik Band Legendaris dan Paman Achi She, Ini Trivia Lainnya!
Kabar duka menyelimuti dunia musik dan sosial Indonesia dengan meninggalnya Acil Bimbo. Sosok paman Achi Hardjakusumah 'She' ini meninggalkan jejak penting yang patut dikenang.
Kabar duka menyelimuti dunia musik dan aktivisme sosial Indonesia. Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, yang akrab disapa Acil Bimbo, telah meninggal dunia pada Senin, 1 September, pukul 22:13 WIB. Beliau menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.
Kepergian Acil Bimbo ini dikonfirmasi langsung oleh keponakannya, Achi Hardjakusumah, mantan personel band She, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Achi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, memohon doa terbaik untuk sang paman tercinta. Acil Bimbo merupakan adik dari ayah Achi, Samsudin Hardjakusumah, atau yang lebih dikenal sebagai Sam Bimbo.
Duka cita juga turut disampaikan oleh Adhisty Zara, mantan anggota JKT48, yang juga merupakan cucu dari almarhum. Melalui akun Instagram pribadinya, Zara memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya bagi sang kakek. Kepergian Acil Bimbo tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Hardjakusumah serta dunia seni dan sosial di Tanah Air.
Kiprah Acil Bimbo: Dari Musik hingga Aktivisme Sosial
Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah SH MKn, atau Acil Bimbo, lahir pada 20 Agustus 1943. Semasa hidupnya, Acil dikenal sebagai sosok yang sangat berpengaruh dalam dunia musik, khususnya dengan grup legendaris Bimbo. Ia memiliki pengaruh musikal yang luas, terinspirasi dari musisi-musisi besar seperti Robin Gibb, Everly Brothers, Cliff Richard, Tommy Steele, the Mills Brothers, dan Paul Anka.
Selain kiprahnya di industri musik, Acil Bimbo juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Beliau adalah anak kedua dari tujuh bersaudara, yang menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pelayanan publik. Acil menjabat sebagai ketua sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama “Bandung Spirit”, yang didirikan pada tahun 2000.
Peran Acil Bimbo tidak hanya terbatas pada kepemimpinan di LSM. Beliau juga aktif sebagai pembina dan penasihat di beberapa organisasi sosial kemasyarakatan dan kebudayaan lainnya. Dedikasinya terhadap masyarakat terlihat dari partisipasinya dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan, baik di dalam maupun luar negeri, yang menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi positif.
Duka Mendalam dari Keluarga dan Musisi
Kabar meninggalnya Acil Bimbo sontak membawa kesedihan bagi banyak pihak, terutama keluarga dekatnya. Achi Hardjakusumah, mantan personel band She, mengungkapkan rasa kehilangannya yang mendalam atas kepergian pamannya. Unggahan duka Achi di media sosial menjadi salah satu bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang ia cintai dan hormati.
Adhisty Zara, yang juga dikenal sebagai mantan anggota JKT48, turut merasakan duka yang sama. Sebagai salah satu cucu almarhum, Zara menyampaikan permohonan maaf untuk sang kakek melalui unggahan pribadinya. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kasih sayang Acil Bimbo dalam kehidupan keluarga besarnya, termasuk para cucu yang mengikuti jejaknya di dunia hiburan.
Acil Bimbo meninggalkan seorang istri, Ernawati, serta empat orang anak dan beberapa cucu. Di antara cucunya adalah Hasyakyla Utami dan Adhisty Zara, yang keduanya pernah menjadi anggota grup idola JKT48. Kepergian Acil Bimbo tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh insan musik dan aktivis sosial yang pernah berinteraksi dengannya.
Sumber: AntaraNews