7 dari 8 Korban Kapal Tenggelam Ditemukan, Ini Sorotan Berita Terkini Jakarta Kemarin!
Dari penemuan tujuh korban kapal tenggelam hingga penolakan atlet Israel, simak rangkuman Berita Terkini Jakarta yang menarik perhatian publik kemarin.
Sejumlah peristiwa penting di DKI Jakarta pada Rabu (8/10) masih menjadi sorotan utama bagi masyarakat dan media. Berbagai kejadian menarik perhatian publik, mulai dari insiden maritim hingga kebijakan penting pemerintah daerah.
Salah satu kejadian yang menyita perhatian adalah upaya pencarian korban Kapal Surya Bahari yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu. Tim SAR berhasil menemukan sebagian besar korban, namun satu orang masih dalam pencarian intensif.
Selain itu, pernyataan tegas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai partisipasi atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 juga menjadi perbincangan hangat. Kebijakan ini mencerminkan sikap pemerintah daerah terhadap isu-isu global yang relevan.
Pencarian Korban Kapal Surya Bahari: Tujuh Ditemukan, Satu Masih Hilang
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengonfirmasi bahwa tujuh dari delapan korban hilang akibat kecelakaan Kapal Surya Bahari Rawasaban telah ditemukan. Kapal tersebut tenggelam di tengah Pulau Bokor, dekat Pulau Dapur, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa (7/10) dini hari.
Proses pencarian intensif telah dilakukan oleh tim gabungan sejak insiden tersebut terjadi. Desiana menyatakan, "Hingga hari ini sudah tujuh korban yang ditemukan, dan satu korban masih dalam pencarian."
Upaya pencarian korban yang tersisa terus dilanjutkan dengan melibatkan berbagai pihak. Fokus utama adalah menemukan korban terakhir dan memberikan penanganan terbaik bagi para korban yang telah ditemukan.
Sikap Tegas Gubernur Pramono Anung Terhadap Atlet Israel
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, secara eksplisit menyatakan penolakannya terhadap kehadiran atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 yang akan diselenggarakan di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan Pramono di Balai Kota Jakarta pada Rabu (8/10).
Pramono menegaskan bahwa keputusannya didasari oleh kondisi saat ini. "Tentang atlet Israel, kalau ke Jakarta tentunya sebagai Gubernur, dalam kondisi seperti ini pasti saya tidak mengizinkan," kata Pramono.
Sikap ini menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam menyikapi isu-isu internasional. Penolakan ini berpotensi menimbulkan diskusi lebih lanjut di kalangan masyarakat dan federasi olahraga internasional.
Usulan Jumlah Kursi DPRD DKI dan Kekhawatiran Sabotase Program MBG
Mantan Ketua KPU DKI Jakarta periode 2013-2018, Sumarno, mengusulkan agar jumlah kursi DPRD DKI Jakarta tetap 106. Usulan ini muncul seiring dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 151 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Sumarno berpendapat bahwa jumlah 106 kursi layak dipertahankan, bahkan mungkin perlu ditambah, dengan mempertimbangkan pendekatan demografis, sosiologis, dan politik. "Perlu dikaji ulang jumlah kursi DPRD DKI dengan pendekatan demografis, sosiologis, juga politik. Jadi dengan pertimbangan itu, 106 kursi itu layak untuk dipertahankan bahkan perlu ditambah jumlahnya," ujarnya dalam diskusi publik.
Sementara itu, Direktur Merah Putih Stratejik Institut (MPSI), Noor Azhari, menyuarakan kekhawatiran terkait potensi sabotase program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Azhari meminta aparat untuk menelusuri jaringan di balik pengelolaan dapur-dapur penyedia MBG.
Kekhawatiran ini muncul untuk mengantisipasi adanya upaya sabotase terhadap program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut. Azhari menduga, "Jangan-jangan ini bukan semata masalah distribusi atau pengawasan yang lemah."
Edukasi Regulasi Perpindahan Atlet oleh KONI DKI
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta aktif mengedukasi Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (cabor) di wilayahnya. Edukasi ini berfokus pada regulasi perpindahan atlet antardaerah.
Kegiatan ini membedah Surat Keputusan (SK) KONI Pusat Nomor 75 Tahun 2022 tentang Mutasi Atlet. Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini digelar untuk membuka wawasan para insan olahraga di Ibu Kota tentang pentingnya memahami aturan mutasi atlet," kata Hidayat saat membuka diskusi di Jakarta. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan mutasi atlet di DKI Jakarta.
Sumber: AntaraNews