17 Rumah Terdampak: Pemkot Ambon Pastikan Ganti Rugi Rumah Terbakar Akibat Bentrok Warga
Pemerintah Kota Ambon menjamin ganti rugi rumah terbakar akibat bentrok warga di Negeri Hunuth. Simak komitmen Pemkot Ambon dalam menangani dampak kericuhan ini!
Pemerintah Kota Ambon, Maluku, telah memastikan komitmennya untuk memberikan ganti rugi dan membangun kembali rumah-rumah warga yang terbakar. Kejadian ini merupakan dampak dari bentrokan antarwarga yang terjadi di Negeri Hunuth, Kota Ambon, pada Selasa lalu. Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas kerugian materiil yang dialami masyarakat.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara langsung menyatakan jaminan tersebut saat melakukan pertemuan dengan warga terdampak di Desa Hunuth. Ia menegaskan bahwa penanganan rumah yang terbakar dan terdampak merupakan tanggung jawab penuh pemerintah kota. Komitmen ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan data sementara, tercatat ada 17 rumah yang mengalami kebakaran parah akibat insiden tersebut. Selain itu, beberapa rumah lainnya juga mengalami kerusakan ringan, seperti pecah kaca atau roboh di bagian depan. Pemkot Ambon berjanji akan segera memulai proses pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak tersebut.
Komitmen Pemkot Ambon untuk Pemulihan
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan kembali bahwa Pemerintah Kota Ambon akan segera membangun kembali rumah-rumah yang rusak. Ia menyatakan bahwa ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan kondisi pasca-bentrokan. Fokus utama adalah memastikan warga dapat kembali menempati hunian yang layak.
Untuk mempercepat proses ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan pendataan cepat terhadap tingkat kerusakan dan kebutuhan pembangunan. Data akurat sangat penting agar proses ganti rugi rumah terbakar dapat berjalan efisien dan tepat sasaran.
Dinas PU telah diinstruksikan untuk segera turun tangan dan memulai pembangunan kembali rumah-rumah yang terdampak. Percepatan pembangunan ini menjadi prioritas agar warga tidak berlama-lama dalam kondisi pengungsian. Pemerintah berupaya keras agar pemulihan infrastruktur permukiman dapat segera terwujud.
Penanganan Warga Terdampak dan Imbauan Keamanan
Selain fokus pada ganti rugi rumah terbakar, Pemerintah Kota Ambon juga memberikan perhatian serius terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal. Para pengungsi akibat bentrokan telah diungsikan ke wilayah Nania dan Negeri Lama. Lokasi ini dipilih untuk sementara waktu guna memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi mereka.
Dinas Sosial Kota Ambon bertanggung jawab penuh dalam penanganan para pengungsi ini. Berbagai bantuan dasar telah disalurkan, meliputi alat tidur, alat mandi, obat-obatan, serta kebutuhan makanan. Pemerintah memastikan bahwa baik pengungsi maupun pemilik rumah yang rusak akan mendapatkan perhatian langsung dan bantuan yang diperlukan.
Wali Kota Bodewin Wattimena juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi kota tetap aman dan kondusif pasca-kericuhan. Bentrokan antarwarga yang pecah dipicu masalah individu hingga melebar pada kelompok-kelompok, sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk menjaga perdamaian.
Saat ini, aparat gabungan TNI/Polri telah disiagakan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keamanan. Kehadiran mereka diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa dan menjaga ketertiban umum. Pemerintah dan aparat keamanan bekerja sama untuk mengembalikan situasi normal dan kondusif di Ambon.
Sumber: AntaraNews