16 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Cahaya Trans, Pemprov Jateng Siapkan Ambulans
Dalam kesempatan itu, Gubernur Luthfi turut menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng memfasilitasi 16 ambulans untuk pemulangan jenazah korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans ke rumah duka korban tewas.
"Yang korban meninggal 16 ini kita siapkan ambulans bila sudah diidentifikasi oleh DVI. Semua dari pengangkutan, identifikasi dan pengawalan sampai di rumah duka," kata Luthfi saat mengunjungi kamar jenazah di RSUP Dr Kariadi, Senin (22/12).
Dia sempat menemui keluarga korban yang mendatangi posko di RSUP Dr Kariadi. Kedatangannya untuk memastikan penanganan terhadap korban luka berjalan optimal, dengan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
"Sebanyak 18 orang dilakukan perawatan. Dinas Kesehatan kita turun tangan langsung untuk membantu kegiatannya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Luthfi turut menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
Bus Berangkat dari Jati Asih
"Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dan para korban mendapatkan husnul khatimah,” jelasnya.
Sebagai informasi, kecelakaan tersebut melibatkan bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengangkut 34 penumpang. Bus yang berangkat dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta itu diduga melaju kencang sebelum kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan terguling.
Berdasarkan informasi terbaru, jumlah korban meninggal dunia bertambah dari 15 menjadi 16 orang. Sebanyak 18 penumpang lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang. Antara lain RSUP dr Kariadi, Rumah Sakit Columbia Asia, dan RSUD dr Adhyatma MPH atau Rumah Sakit Tugu Semarang.