SUV Listrik GAC Aion V Generasi Kedua Hadir, Harga Rp700 Juta
Aion V generasi kedua dirancang berdasarkan arsitektur modular terbaru dari GAC, yang telah diluncurkan di pasar Tiongkok pada bulan Juli 2024.
Produsen mobil listrik asal Tiongkok, GAC, secara resmi meluncurkan Aion V generasi kedua di Eropa.
SUV listrik ini dijual dengan harga mulai dari 35.990 euro, yang setara dengan sekitar Rp700 juta, dan harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga di negara asalnya.
Kendaraan ini menawarkan desain yang modern, mampu menempuh jarak hingga 510 km, serta dilengkapi dengan fitur-fitur canggih di dalam kabin.
Menurut laporan dari CarNewsChina pada Rabu (10/9), peluncuran Aion V menandai langkah awal GAC untuk memasuki pasar otomotif Eropa.
Aion V generasi kedua dibangun di atas arsitektur modular terbaru dari GAC, yang sebelumnya telah diperkenalkan di pasar Tiongkok pada bulan Juli 2024.
Mobil ini memiliki desain yang agresif, dengan garis bodi yang tajam dan lampu utama yang memiliki karakter unik, yang pernah disandingkan dengan sosok dinosaurus T-Rex oleh media di Tiongkok.
Dari segi dimensi, SUV ini memiliki panjang 4.605 mm, lebar 1.854 mm, dan tinggi 1.660 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.775 mm.
Interiornya dirancang dengan konfigurasi lima tempat duduk, memberikan kenyamanan bagi keluarga kecil maupun untuk perjalanan sehari-hari.
Fitur menarik lainnya yang menjadi sorotan adalah layar sentuh berukuran 14,6 inci yang terlihat seolah melayang di atas dashboard, dilengkapi dengan dukungan untuk Apple CarPlay dan Android Auto.
Panel instrumen digital serta tuas transmisi terletak di belakang setir dengan dua palang, sementara konsol tengahnya dilengkapi dengan pad pengisian daya nirkabel, tempat minuman ganda, dan ruang penyimpanan yang luas.
Dengan semua fitur ini, Aion V generasi kedua siap bersaing di pasar otomotif Eropa yang semakin ketat.
Teknologi terkini menawarkan performa yang handal
Aion V versi Eropa menawarkan berbagai fitur unggulan yang sulit ditemukan pada SUV listrik sekelasnya.
Mobil ini dilengkapi dengan pompa panas standar yang meningkatkan efisiensi energi, serta terdapat kulkas mini di dalam kabin yang berfungsi untuk mendinginkan atau menghangatkan makanan dan minuman.
Fitur hiburan mobil ini didukung oleh sembilan speaker, dan kenyamanan penumpang semakin ditingkatkan dengan kursi depan yang memiliki pijat delapan titik.
Selain itu, Aion V juga menyediakan fungsi V2G (vehicle-to-grid) 3,3 kW dan asisten suara pintar. Untuk aspek keselamatan, sistem bantuan pengemudi Level 2 dengan 13 fungsi telah terpasang sebagai fitur standar.
Mengenai performa, SUV listrik ini ditenagai oleh motor listrik tunggal yang mampu menghasilkan tenaga 165 kW atau setara dengan 221 hp.
Dengan kapasitas baterai 75 kWh, kendaraan ini dapat menempuh jarak hingga 510 km sesuai dengan standar WLTP. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dapat dicapai dalam waktu 7,9 detik.
Proses pengisian daya dari 10 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 24 menit, menjadikannya pilihan yang efisien bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan.
Harga dan peluncuran perdana di Eropa
Peluncuran GAC Aion V di Eropa menandai debut pertama merek ini di kawasan tersebut. Dengan harga mulai dari 35.990 euro (setara dengan Rp700 juta), Aion V dibanderol sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Skoda Enyaq, pesaing utamanya yang memiliki harga sekitar 43.300 dolar AS.
Namun, harga tersebut tetap jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga di pasar domestik Tiongkok, di mana Aion V dijual mulai dari 109.800 yuan (Rp240 juta) hingga 193.600 yuan (Rp340 juta).
Selisih harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat ini disebabkan oleh biaya distribusi dan tarif tambahan untuk kendaraan impor dari Tiongkok.
Dengan menawarkan harga yang kompetitif di segmennya, GAC berharap Aion V dapat menarik perhatian konsumen Eropa yang mencari SUV listrik dengan fitur lengkap, namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan merek lokal.
Kehadiran Aion V juga mencerminkan strategi ekspansi global GAC, setelah sebelumnya memasuki pasar Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.