Menjelang Libur Panjang Waisak, Simak Tips Berkendara Mobil Yang Aman
Perjalanan jauh memerlukan berbagai persiapan yang matang. Hal ini berkaitan erat dengan kenyamanan dan keamanan bagi pengemudi serta penumpang.
Menjelang liburan panjang Waisak 2025 yang akan berlangsung pada 12 dan 13 Mei mendatang, diperkirakan banyak masyarakat yang akan merencanakan perjalanan untuk berlibur. Momen ini biasanya diwarnai dengan kepadatan mobil pribadi yang berbondong-bondong meninggalkan kawasan Jabodetabek, terutama Jakarta.
Kepadatan lalu lintas ini umumnya akan terkonsentrasi di titik-titik tertentu, seperti gerbang tol dan area dekat tempat wisata. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jauh untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan baik bagi pengemudi maupun penumpang.
Persiapan tidak hanya mencakup kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi itu sendiri. Istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh sangat diperlukan untuk memastikan energi dan konsentrasi tetap terjaga. Menyadari pentingnya hal ini, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memberikan beberapa tips untuk berkendara dengan aman.
Berikut adalah beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum memulai perjalanan:
1. Persiapan Diri Pastikan tubuh dalam kondisi fit dengan cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan minum air putih.
2. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Optimal Lakukan pemeriksaan rutin terhadap rem, ban, lampu, wiper, oli, dan air radiator. Pemeriksaan singkat sebelum berkendara dapat mencegah kerusakan atau insiden yang tidak diinginkan.
3. Kenali Rute dan Medan Jalan yang Akan Dilalui Sebelum berangkat, penting untuk mengetahui rute dan kondisi jalan yang akan dilalui. Gunakan aplikasi navigasi untuk mendapatkan informasi mengenai jarak tempuh, estimasi waktu perjalanan, dan titik rawan macet. Dengan memahami medan sejak awal, pengemudi dapat lebih siap secara mental dan teknis, serta meminimalisir kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.
4. Patuhi Aturan Lalu Lintas dan Jaga Etika Berkendara Pastikan untuk menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan ponsel saat mengemudi, serta mematuhi batas kecepatan dan menjaga jarak aman. Sikap saling menghormati antar pengguna jalan sangat berperan dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman.
5. Terapkan Teknik Defensive Driving Defensive driving adalah teknik berkendara yang menekankan pada antisipasi dan kesadaran penuh terhadap kondisi sekitar, seperti menjaga jarak aman, tidak mudah terpancing emosi, serta selalu siap mengambil keputusan cepat namun aman. Dengan menerapkan teknik ini, risiko kecelakaan dapat diminimalisir secara signifikan, terutama di jalanan yang padat dan dinamis.
Jangan memaksakan diri, waktu berkendara yang aman saat mudik sebaiknya tidak lebih dari 4 jam
Menempuh perjalanan jauh dengan mobil di tengah lalu lintas yang tidak menentu bisa menjadi pengalaman yang sangat melelahkan. Pengemudi dituntut untuk terus fokus selama berjam-jam agar dapat menghindari kecelakaan dengan memperhatikan jalan dan kendaraan lain di sekitarnya.
Rifat Sungkar, seorang pereli nasional dan brand ambasador Mitsubishi, memberikan saran penting terkait waktu berkendara. Ia menyatakan, "Kalau berkendara terus dan tidak berhenti, sebaiknya maksimal tiga jam. Tapi kalau berhenti alias dalam kondisi macet bisa sampai empat jam," ungkapnya kepada Liputan6.com baru-baru ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya istirahat untuk menjaga konsentrasi dan keselamatan selama perjalanan.
Lebih lanjut, Rifat, yang juga merupakan suami dari Sissy Priscillia, menekankan pentingnya sikap yang tepat saat melakukan perjalanan mudik atau balik Lebaran. "Itu salah, kita harus berpikir selamat, bukan cepat sampai. Sepanjang perjalanan mudik Lebaran 2025 harus enjoy," ucap Rifat. Dengan demikian, keselamatan harus menjadi prioritas utama daripada hanya sekadar mengejar waktu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5194776/original/095142600_1745307421-1080x1080_02__1_.jpg)