Mengupas Kisah Perkembangan Geely di Industri Otomotif: Dari Produsen Lokal ke Global
Tak berhenti di situ, Geely juga menjalin kemitraan dengan Mercedes-Benz pada 2020.
Perjalanan Geely di industri otomotif dunia menjadi salah satu contoh transformasi bisnis yang paling menarik dalam beberapa dekade terakhir. Berawal dari sebuah pabrik kecil pembuat komponen kulkas di Taizhou, Zhejiang, Tiongkok pada tahun 1986, Geely kini menjelma menjadi raksasa otomotif global yang beroperasi di lebih dari 80 negara dan menjual lebih dari 2 juta unit kendaraan per tahun.
Transformasi ini tak hanya menunjukkan ketangguhan visi bisnis Geely, tetapi juga menggambarkan evolusi industri otomotif Tiongkok yang semakin diperhitungkan di panggung dunia.
Pada 1996, Zhejiang Geely Holding Group resmi dibentuk untuk menyatukan seluruh lini bisnis perusahaan. Setahun setelahnya, Geely mengambil langkah besar dengan memproduksi mobil pertamanya, Geely Haoqing, yang menandai kiprahnya sebagai salah satu produsen mobil swasta pertama di Tiongkok.
Dalam waktu singkat, Geely mulai membangun portofolio kendaraan yang menjawab kebutuhan pasar domestik, dan perlahan mengarahkan pandangannya ke pasar global.
Langkah ekspansi Geely semakin nyata ketika pada tahun 2010 perusahaan ini mengakuisisi Volvo Cars, sebuah keputusan strategis yang membuka jalan bagi Geely untuk mengakses teknologi keselamatan mutakhir dan sistem produksi berbasis riset dan pengembangan (R&D) yang lebih maju.
Tak berhenti di situ, Geely juga menjalin kemitraan dengan Mercedes-Benz pada 2020 dalam pengembangan merek mobil listrik perkotaan, SMART. Melalui kolaborasi ini, Geely tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memperkuat citranya sebagai perusahaan otomotif dengan standar global.
Keseriusan Geely dalam inovasi juga terlihat dari pembangunan empat pusat R&D di Hangzhou, Ningbo, Gothenburg, dan Coventry, serta empat studio desain global di Shanghai, Gothenburg, Coventry, dan Milan. Infrastruktur ini memungkinkan Geely untuk terus beradaptasi dengan dinamika pasar di berbagai negara, menciptakan produk dengan desain menarik dan teknologi yang sesuai kebutuhan lokal.
Chongqing Auto Show 2025
Pada ajang Chongqing Auto Show 2025, Geely kembali menunjukkan kepemimpinannya di sektor teknologi melalui peluncuran Geely EM AI Super Hybrid 2.0, yang terdiri dari dua model: EM-i dan EM-P. Teknologi ini mengombinasikan efisiensi energi, performa tinggi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan melalui sistem Xingrui AI Cloud Power 2.0—sebuah inovasi penggerak cerdas berbasis skenario AI pertama di industri otomotif. Inisiatif ini menegaskan komitmen Geely terhadap pengembangan mobilitas cerdas dan berkelanjutan yang semakin dibutuhkan di era modern.
Konsistensi Geely dalam menjaga performa bisnis juga patut diapresiasi. Sejak tahun 2002, perusahaan ini telah masuk dalam jajaran 10 besar produsen mobil terbesar di Tiongkok. Tak hanya itu, Geely Holding juga sukses mempertahankan posisinya di daftar Fortune Global 500 selama 13 tahun berturut-turut sejak 2011—pencapaian yang mencerminkan skala bisnis dan daya tahan perusahaan menghadapi tantangan global.
Dari sisi desain, Geely juga menunjukkan taringnya. Geely EX5, salah satu model unggulan, berhasil meraih penghargaan bergengsi Red Dot Award 2025 untuk kategori Product Design. Mobil listrik ini telah diperkenalkan di berbagai pasar internasional seperti Australia, Selandia Baru, Jordan, Chile, Thailand, dan Indonesia. Di Tanah Air, Geely EX5 langsung menarik minat konsumen dengan membukukan lebih dari 1.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) sejak debutnya, serta menyabet penghargaan Best Medium SUV EV dari Otomotif Awards 2025.
Geely Auto Indonesia, yang mulai beroperasi sejak awal 2025, hadir dengan strategi yang matang. Tidak hanya menjual kendaraan, Geely juga menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM) dalam pembangunan fasilitas perakitan kendaraan sistem knock down (KD). Fasilitas ini saat ini telah memasuki tahap uji coba produksi dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal ketiga 2025. Kehadiran pabrik ini menunjukkan langkah serius Geely untuk membangun rantai produksi terintegrasi di Indonesia, sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk berkontribusi terhadap industri otomotif nasional.
Dengan portofolio yang kuat, pendekatan global yang cermat, dan dorongan teknologi yang progresif, Geely membuktikan bahwa mereka bukan sekadar produsen mobil asal Tiongkok, melainkan pemain global yang berkomitmen menghadirkan mobilitas masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Indonesia kini menjadi bagian penting dari perjalanan besar tersebut.