Jangan Anggap Sepele Genangan Air, Perhatikan Tips Berikut Agar Anda bisa Melintasinya dengan Aman
Salah satu hal yang perlu diwaspadai saat musim hujan adalah genangan air, yang dapat mengganggu perjalanan, menyebabkan kemacetan, mogok, hingga kecelakaan.
Dengan intensitas hujan yang semakin meningkat, para pengendara kendaraan bermotor perlu meningkatkan kewaspadaan. Berkendara saat hujan membawa banyak risiko, seperti berkurangnya visibilitas dan jalan yang menjadi licin akibat basah. Selain itu, pengendara juga harus memperhatikan genangan air yang dapat menghambat perjalanan, menyebabkan kemacetan, mogok, bahkan kecelakaan. Yagimin, Chief Marketing Auto2000, menekankan bahwa pengendara mobil tidak seharusnya mengabaikan genangan air di jalan yang disebabkan oleh hujan deras. Ia menjelaskan bahwa kesalahan dalam memperhitungkan genangan air dapat menyebabkan masalah serius, seperti terperosok ke dalam lubang, air yang masuk ke kabin, atau bahkan kerusakan pada mesin. "Maka dari itu, perhatikan genangan air, lewati dengan baik dan tidak buru-buru," imbaunya.
Salah satu risiko paling berbahaya saat melintasi jalan yang tergenang air adalah water hammer, yang dapat merusak komponen mesin. Meskipun pintu mobil sudah tertutup rapat, bukan berarti air tidak bisa masuk ke dalam kabin. Celah kecil pada bodi mobil dapat menjadi jalur masuk air akibat tekanan yang tinggi. Selain itu, penting untuk dicatat bahwa klaim asuransi untuk kerusakan mobil akibat banjir bisa ditolak jika dianggap sebagai kelalaian yang menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengurangi potensi kerusakan atau kerugian adalah dengan menghindari jalan yang tergenang air. Namun, mencari jalan alternatif tidaklah mudah, terutama jika hampir seluruh wilayah terendam banjir.
Karena itu, penting untuk mempelajari kondisi genangan air dengan memperhatikan patokan yang mudah dikenali, seperti tinggi trotoar atau tanggul jalan. Ketinggian genangan air yang masih aman untuk dilalui adalah sekitar setengah ban mobil. Selain itu, pengendara juga harus waspada terhadap arus kencang atau jalan berlubang. Biasanya, area bahu jalan yang dekat saluran air memiliki genangan air yang lebih tinggi, sehingga sebaiknya dihindari. Namun, tidak jarang lajur paling kanan justru memiliki genangan air tertinggi, terutama di jalan tol yang memiliki banyak lajur. Oleh karena itu, amati dengan seksama sebelum melintasinya.
Berikut adalah beberapa tips dari Auto2000 untuk melewati genangan air dengan mudah dan aman:
- Operasikan kendaraan dengan perlahan dan hindari penggunaan ponsel agar tetap dapat berkonsentrasi. Tekan pedal gas dengan lembut dan pertahankan pada putaran mesin sekitar 2.000 rpm. Untuk mobil dengan transmisi manual, tetaplah pada gigi 1, sedangkan untuk mobil matik, alihkan ke mode manual dan pilih gigi 1.
- Jangan mempercepat atau menghentikan kendaraan secara mendadak, karena hal ini dapat menyebabkan air masuk ke dalam ruang mesin. Untuk mengurangi kecepatan, Anda bisa melepaskan injakan pada pedal gas, dan untuk meningkatkan kecepatan, injak pedal gas secara perlahan.
- Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar terhindar dari ombak yang bisa mengalir ke mobil Anda. Menjaga jarak juga memberikan kesempatan untuk menghindar jika kendaraan di depan mengalami masalah.
- Setelah melewati genangan air, tekan pedal rem perlahan menggunakan kaki kiri untuk mengeringkan rem dan memastikan semuanya berfungsi dengan baik. Ulangi beberapa kali hingga Anda yakin rem kendaraan sudah berfungsi normal. Selalu perhatikan panel instrumen untuk kemungkinan indikator yang menyala.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4155579/original/019346500_1663033506-Infografis_manfaat_berjalan_kaki.jpg)