Biang Kerok VW Golf Listrik Ditunda
Volkswagen terpaksa menunda peluncuran generasi ke-9 Golf listrik karena tingginya biaya konversi pabrik di Wolfsburg.
Volkswagen (VW) terpaksa menunda peluncuran generasi terbaru Golf listrik karena tingginya biaya konversi pabrik di Jerman.
Penundaan ini diperkirakan akan berlangsung sembilan bulan lebih lama dari rencana semula.
Menurut laporan dari Motor1 pada Selasa (16/9), proyek VW Golf generasi kesembilan berbasis listrik tidak dapat berjalan sesuai target karena VW belum memiliki dana yang cukup untuk memperbarui fasilitas produksi utama di Wolfsburg.
Akibatnya, rencana besar ini harus ditunda hingga periode belanja berikutnya.
Golf listrik generasi ke-9 akan menjadi salah satu model pertama Volkswagen yang mengadopsi platform baru yang disebut Scalable Systems Platform (SSP).
Platform ini dirancang khusus untuk kendaraan listrik, namun tetap dapat mengakomodasi mesin pembakaran internal sebagai generator tambahan untuk meningkatkan jarak tempuh.
Selain itu, Volkswagen juga bekerja sama dengan Rivian untuk mengubah Golf menjadi kendaraan yang lebih modern dengan konsep "software-defined vehicle".
Ini berarti mobil akan lebih mengandalkan sistem perangkat lunak ketimbang sekadar mesin. Namun, penundaan ini membuat Golf Mk8 (generasi ke-8) masih akan bertahan lebih lama di pasaran.
Bahkan, ada kemungkinan model hatchback dan wagon tetap diproduksi di Wolfsburg hingga persiapan pabrik EV benar-benar selesai.
T-Roc juga menjadi salah satu yang terkena dampak
Selain Golf, model lain yang juga mengalami penundaan adalah Volkswagen T-Roc listrik. SUV kompak ini awalnya direncanakan untuk diproduksi tanpa menggunakan mesin bensin sama sekali.
Rencana produksi T-Roc baru akan dimulai setelah Golf listrik resmi keluar dari jalur produksi. Volkswagen sebenarnya telah menyiapkan strategi untuk memindahkan produksi Golf Mk8 ke pabrik Puebla di Meksiko mulai tahun 2027.
Namun, karena proses retooling di Wolfsburg mengalami keterlambatan, produksi Golf kemungkinan akan tetap berlangsung di Jerman lebih lama dari yang telah direncanakan sebelumnya.
Keterlambatan ini menunjukkan betapa besar tantangan yang dihadapi VW dalam mengalihkan salah satu model terlarisnya menuju era elektrifikasi.
Pasar kendaraan listrik semakin berkembang pesat
Walaupun mengalami beberapa kendala, Volkswagen tetap harus mempercepat langkahnya. Pasar kendaraan listrik di Eropa terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Hingga Juli 2025, kendaraan listrik telah menyumbang 17,4 persen dari total penjualan di Eropa, meningkat dari 13,8 persen pada periode yang sama tahun lalu, berdasarkan data dari ACEA.
Untuk memperkuat posisinya, VW merencanakan peluncuran model-model yang lebih terjangkau seperti ID.2 Polo dan ID.1, yang diharapkan dapat menarik perhatian konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik.
Namun, popularitas model Golf semakin menurun. Data internal yang dirilis oleh Reuters menunjukkan bahwa produksi Golf mengalami penurunan drastis: dari lebih dari 1 juta unit pada tahun 2015, kini hanya mencapai 300 ribu unit pada tahun lalu.
Angka ini diperkirakan akan turun lagi menjadi 250 ribu unit tahun ini, salah satunya disebabkan oleh penjualan yang lebih tinggi pada model T-Roc.
Harga masih belum diketahui
Volkswagen belum memberikan pengumuman resmi mengenai harga dan rincian jadwal peluncuran untuk Golf listrik generasi ke-9. Dengan adanya penundaan ini, diperkirakan model tersebut baru akan tersedia di pasar menjelang akhir dekade ini.
Meskipun demikian, VW menegaskan bahwa Golf Mk8 akan tetap dijual setidaknya sampai satu dekade ke depan, atau hingga Uni Eropa benar-benar melarang penjualan kendaraan bermesin bensin pada tahun 2035.
Aturan tersebut masih dalam proses kajian ulang, sehingga ada kemungkinan mesin bensin dapat bertahan dalam bentuk hybrid atau range extender.