Asal-Usul Toyota Kijang, Sempat Mau Diberi Nama Kancil tapi Tak Jadi
Kata Kancil terdengar sebagai konotasi jelek. Sehingga, mau tidak mau direksi saat itu mengganti namanya agar lebih baik.
Pada pertengahan 1970-an, pemerintah Indonesia meluncurkan program Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS). Program ini ditujukan untuk menghadirkan kendaraan tangguh, terjangkau, sekaligus praktis bagi masyarakat.
Toyota, melalui Astra, turut serta dalam proyek ini dengan menyiapkan sebuah mobil pikap sederhana yang kelak menjelma menjadi ikon jalanan Indonesia.
Desain awal Kijang terinspirasi dari Toyota Tamaraw di Filipina. Nama Tamaraw diambil dari kerbau lokal. Filosofinya sederhana sebagai hewan pekerja yang kuat dan dekat dengan kehidupan rakyat.
Toyota Motor Co Ltd kemudian memberikan keleluasaan kepada PT Toyota Astra Motor untuk memilih nama lokal yang serupa. Dari situlah muncul ide awal menamainya Toyota Kancil.
Ragu Nama Kancil
Namun, keraguan segera muncul. Kata “kancil” memang sangat populer di telinga masyarakat Indonesia berkat dongeng Si Kancil. Tetapi citra yang melekat bukanlah ketangguhan, melainkan kelicikan dan kenakalan.
Dalam suasana itulah, Tjia Kian Tie, adik kandung William Soeryadjaya punya usulan menarik. Ia kala itu menjabat Presiden Direktur Astra International, mengajukan nama lain.
"Mengapa tidak kita beri nama Kijang?” kata dia.
Memberi nama kijang baginya punya alasannya kuat. Mengutip tulisan James Luhulima (2015) berjudul 38 Tahun Toyota Kijang, Kijang adalah hewan khas Nusantara, dikenal lincah, gesit, dan cepat.
Tidak ada konotasi negatif yang melekat padanya, berbeda dengan kancil. Justru, nama itu menghadirkan citra positif. Sesuai dengan harapan agar mobil ini mampu melesat di jalanan sekaligus meraih hati masyarakat.
Usulan Diterima
Usulan pun diterima. Hingga akhirnya, pada 9 Juni 1977, model pikap berkode KF10 resmi diperkenalkan ke publik dengan nama: Toyota Kijang.
Seperti dicatat Agus Tjahajana Wirakusumah dalam buku Industri Otomotif Untuk Negeri: Menjadi Pemain Utama Era Mobil Listrik (2021), keputusan sederhana soal nama ini terbukti menentukan perjalanan sejarah.
Dari kendaraan niaga sederhana, Kijang terus berevolusi menjadi mobil keluarga dan kini hadir sebagai Kijang Innova, simbol mobil kelas menengah Indonesia.