Adu Banyak SPK Honda dan Chery di GIIAS 2025, Siapa Menang?
Keduanya sama-sama tampil kuat dengan strategi masing-masing, tapi ketika bicara angka pemesanan kendaraan alias SPK (Surat Pemesanan Kendaraan), siapa unggul?
Ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 resmi berakhir pada 3 Agustus lalu, tapi euforianya masih terasa—terutama soal siapa yang paling laris?
Dari sekian banyak merek yang memamerkan teknologi dan model terbarunya, perhatian publik pun tertuju pada dua nama: Chery dan Honda.
Keduanya sama-sama tampil kuat dengan strategi masing-masing, tapi ketika bicara angka pemesanan kendaraan alias SPK (Surat Pemesanan Kendaraan), siapa yang unggul?
Chery Kejutkan Pasar, Lampaui Target dan Gandakan SPK
Datang dari China, Chery tampil bukan sekadar meramaikan, tapi benar-benar tancap gas. Di GIIAS 2025 ini, PT Chery Sales Indonesia (CSI) sukses membukukan 2.153 SPK, naik 113% dibandingkan tahun sebelumnya. Target awalnya hanya 2.000 unit, tapi pencapaian akhir membuktikan bahwa strategi Chery di pasar Indonesia semakin matang.
Yang menarik, lini kendaraan berteknologi Chery Super Hybrid (CSH) menyumbang porsi terbesar, yakni 44% dari total SPK. Ini disusul oleh kendaraan listrik murni (BEV) sebesar 35%, dan model mesin bakar konvensional (ICE) sebesar 21%.
Artinya, hampir 80% konsumen Chery di GIIAS memilih kendaraan elektrifikasi—sebuah sinyal kuat bahwa Chery tak hanya mengikuti tren, tapi juga ikut mendorong perubahan preferensi pasar.
Model yang jadi bintang? Chery TIGGO 8 CSH, SUV 7-seater PHEV yang menyumbang 24% dari total SPK. Tak hanya jadi tulang punggung penjualan, mobil ini juga memperkuat posisi Chery sebagai PHEV No.1 di Indonesia.
Booth Besar, Gaya Futuristik, dan Mobil Ramah Lingkungan
Strategi booth Chery juga patut diacungi jempol. Dengan luas 1.428 m², booth ini dirancang dengan nuansa futuristik yang mencerminkan tema besar mereka: New Technology, New Integration, New Mission. Sepuluh model premium dipajang, dari SUV hybrid hingga BEV, menjadikan booth Chery salah satu yang paling padat pengunjung.
Tak heran jika Chery TIGGO Cross CSH Hybrid berhasil menyabet penghargaan "Favorite Hybrid Vehicle" dari penyelenggara GIIAS. Selain tampil memikat, mobil ini juga menawarkan efisiensi luar biasa hingga 30,3 km/l, kabin senyap, serta jarak tempuh 1.000 km lebih dalam sekali pengisian bahan bakar—semua dengan harga mulai dari Rp 299 jutaan.
Honda Bertahan, Brio Masih Jadi Andalan
Sementara itu, dari kubu Jepang, Honda mencatatkan total 1.908 unit SPK. Memang masih di bawah Chery, tapi bukan berarti tanpa cerita menarik. Seperti biasa, Honda Brio tetap jadi penyumbang terbesar, bahkan hampir 50% dari total pemesanan, yaitu 941 unit. Mobil mungil ini memang tak tergoyahkan di segmen city car maupun pembeli mobil pertama.
Yang patut dicatat, mobil hybrid Honda juga mulai unjuk gigi, menyumbang sekitar 30% dari total SPK. Dua model terbaru—Honda HR-V Hybrid dan Honda STEP WGN e:HEV—menjadi highlight dengan pemesanan masing-masing 412 unit dan 101 unit. Ini membuktikan bahwa strategi elektrifikasi Honda mulai mengakar di pasar Indonesia.
Jepang vs China: Siapa Menang?
Kalau berbicara soal angka, Chery menang telak di SPK. Ini bukan hanya soal angka 2.153 berbanding 1.908, tapi juga soal bagaimana Chery berhasil melipatgandakan capaian mereka dari tahun lalu—sebuah pencapaian yang tak bisa dianggap enteng. Apalagi, mayoritas SPK Chery datang dari model elektrifikasi, sebuah sinyal perubahan tren yang nyata.
Namun, Honda masih jadi favorit lama yang kuat, terutama di segmen mobil kompak seperti Brio. Ditambah lagi dengan dua penghargaan prestisius, Honda membuktikan bahwa mereka tetap menjadi brand dengan daya tarik kuat, khususnya bagi konsumen loyal.
Pada akhirnya, Chery menang angka, tapi Honda menang hati jurnalis dan konsumen. Keduanya mencerminkan dua pendekatan berbeda: satu mendorong gebrakan dengan teknologi baru dan ekspansi cepat, satu lagi tetap andal dengan basis pelanggan yang solid dan strategi bertahap