Mengintip Proses Pembuatan Tempat Gamelan di Bali, Perajinnya Bukan Orang Sembarangan
Kerajinan tempat gamelan tak banyak disorot, padahal hanya orang-orang tertentu yang bisa membuatnya
Kerajinan tempat gamelan tak banyak disorot, padahal hanya orang-orang tertentu yang bisa membuatnya
Mengintip Proses Pembuatan Tempat Gamelan di Bali, Perajinnya Bukan Orang Sembarangan
Alat musik gamelan sangat lekat dengan masyarakat Bali. Alat musik ini merupakan sarana pengiring berbagai acara ritual keagamaan hingga seni pertunjukan di Pulau Dewata.
Tempat Gamelan
Salah satu bagian yang jarang tersorot dari alat musik gamelan ialah wadah atau tempatnya. Padahal, membuat tempat gamelan memerlukan keterampilan khusus. Bahkan, di Pulau Bali hanya ada sedikit perajin tempat gamelan.
Kisah Perajin
Salah satu perajin tempat gamelan asal Kabupaten Gianyar, I Wayan Eka Sumantra mengaku membuat kerajinan ini butuh kemampuan khusus. Ia belajar cukup lama dan tekun untuk bisa membuat tempat gamelan.
Eka Sumantra menuturkan, secara umum tempat gamelan menggunakan ukiran motif wajah. Selain itu, bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan ini juga tidak sembarangan. Mayoritas tempat gamelan dibuat dari kayu tewel.
"Kebanyakan tewel, tapi ada juga selain tewel," ujar Eka Sumantra, dikutip dari YouTube Liputan6, Jumat (19/4/2024).
Proses Pembuatan
Proses pembuatan tempat gamelan memakan waktu cukup lama. Pasalnya, mengukir kayu tewel yang bertekstur keras tak bisa dilakukan dalam waktu sekejap.
"Kayu tewel lebih keras daripada kayu jati. Mengukir satu tempat gamelan saja butuh waktu sekitar tiga bulan," ungkap Eka Sumantra.