Tahukah Anda? Dangdut, Musik Rakyat yang Sering Diremehkan, Kini Jadi Senjata Diplomasi Dangdut Indonesia di Kancah Global

Menteri Kebudayaan mengusulkan Diplomasi Dangdut sebagai kekuatan lunak Indonesia. Musik yang sering dipandang sebelah mata ini ternyata punya potensi besar memikat dunia, bahkan bisa menyaingi K-Pop!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Dangdut, Musik Rakyat yang Sering Diremehkan, Kini Jadi Senjata Diplomasi Dangdut Indonesia di Kancah Global
Musik dangdut, yang kerap dipandang sebelah mata, ternyata memiliki potensi besar sebagai sarana diplomasi 'soft power' Indonesia di kancah global. Mampukah dangdut mendunia? (AntaraNews)

Indonesia, sebuah negara kepulauan yang kaya akan warisan budaya, memiliki beragam seni dan musik yang memukau. Salah satu genre musik yang sangat dicintai oleh masyarakat dari berbagai lapisan adalah dangdut, sebuah genre yang telah mengakar kuat dalam identitas budaya nasional.

Meskipun seringkali dipandang sebelah mata di dalam negeri, keunikan dangdut justru menarik perhatian banyak pihak di luar negeri. Fenomena ini mirip dengan bagaimana tarian pacu jalur menjadi viral di mancanegara, membuktikan daya tarik budaya tradisional Indonesia yang kuat.

Melihat potensi besar ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi mengusulkan agar dangdut dapat dimanfaatkan sebagai alat diplomasi kekuatan lunak Indonesia. Usulan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, sekaligus memperkuat posisi bangsa di mata internasional.

Potensi Dangdut di Mata Dunia

Dangdut, yang seringkali diasosiasikan dengan 'musik kampung' di masyarakat Indonesia, memiliki daya tarik universal yang melampaui batasan sosial. Musik ini merupakan perpaduan harmonis dari berbagai pengaruh, termasuk Melayu, India, dan Timur Tengah, menghasilkan irama yang hidup dan ornamen vokal yang khas.

Irama dangdut yang energik, ditambah dengan dentuman drum yang memikat, secara alami mengundang siapa saja untuk bergerak dan menari. Hal ini terlihat jelas dari banyaknya video viral di berbagai platform media sosial, di mana warga asing dari Amerika Serikat, Prancis, Thailand, Rusia, dan negara-negara lain dengan gembira membawakan lagu dangdut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa apa yang mungkin dianggap sepele di dalam negeri, justru bisa menjadi sangat menarik dan berharga di mata orang luar. Fadli Zon menyoroti kekayaan talenta dangdut Indonesia dan evolusi genre ini yang telah melahirkan berbagai fusi gaya, seperti dangdut koplo dan pertunjukan dengan bahasa daerah, yang diyakini akan mudah diterima secara global.

Menteri menegaskan bahwa dangdut adalah salah satu genre musik paling populer dan memiliki tempat istimewa di hati rakyat Indonesia. "Kami tahu bahwa musik adalah bentuk kekuatan lunak. Banyak negara telah memanfaatkan musik sebagai kekuatan lunak mereka. Kami ingin dangdut juga menjadi gelombang dangdut global," ujarnya, seraya menambahkan bahwa dukungan negara untuk promosi dangdut sejalan dengan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional.

Belajar dari Kesuksesan Gelombang Korea

Kesuksesan musik sebagai jembatan diplomasi telah terbukti melalui 'Gelombang Korea' atau K-Pop, yang berhasil melampaui popularitas musik pop dan rock Amerika. K-Pop kini digandrungi oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi alat diplomasi yang sangat efektif.

Dangdut, dengan instrumen khasnya seperti ketipung dan seruling, juga memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana yang meriah dan penuh kegembiraan. Berbeda dengan genre musik lain di mana penyanyi umumnya berinteraksi melalui melodi vokal, dangdut secara aktif melibatkan penonton untuk ikut bergerak mengikuti irama.

Musik dangdut menjanjikan daya tarik katarsis, yaitu pelepasan stres dan kelegaan bagi pikiran yang gelisah, bahkan bagi pendengar di luar Indonesia. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada yang menari dangdut dengan wajah cemberut; semua orang bergerak dengan wajah ceria dan senyuman.

Selain itu, dangdut dapat menjadi pelengkap yang efektif untuk pengajaran Bahasa Indonesia kepada warga asing, mengingat musik sering digunakan untuk mempercepat penguasaan bahasa. Upaya ini juga akan memperkuat pengakuan budaya Indonesia, menyusul deklarasi UNESCO yang mengakui gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 15 Desember 2021.

Strategi Mengglobalisasikan Dangdut

Mewujudkan visi Kementerian Kebudayaan untuk menjadikan dangdut sebagai alat Diplomasi Dangdut membutuhkan kerja keras dan dukungan luas dari semua pemangku kepentingan. Belajar dari kesuksesan global K-Pop, kebangkitannya tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui upaya yang berkelanjutan dan terencana.

K-Pop dan K-Drama mencapai ketenaran di seluruh dunia melalui investasi yang terencana dengan baik. Berkat ketekunan semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga praktisi industri musik, Korea Selatan kini menuai hasil dari diplomasi budaya melalui musik.

Oleh karena itu, Indonesia memerlukan upaya yang terencana dengan matang untuk mempopulerkan dangdut secara global. Promosi berskala besar dan konsisten sangat penting untuk membuat dunia menari mengikuti irama dangdut.

Untuk mengglobalisasikan dangdut, Indonesia harus memaksimalkan media sosial yang telah meruntuhkan batasan antarnegara. Namun, promosi konvensional juga tidak boleh diabaikan, memastikan jangkauan yang luas dan efektif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi