Raih Predikat Proper Biru dari KLHK, Ini Fakta Menarik PLTU Batang
PLTU Batang merupakan proyek dengan pola Kerjasama Pemerintah Swasta skala besar pertama dengan nilai investasi lebih dari USD 4 miliar.
PLTU Batang merupakan proyek dengan pola Kerjasama Pemerintah Swasta skala besar pertama dengan nilai investasi lebih dari USD 4 miliar.
Raih Predikat Proper Biru dari KLHK, Ini Fakta Menarik PLTU Batang
PLTU Batang adalah pembangkit listrik tenaga uap ultra critical sebesar 2x1.000 MW di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pembangunan PLTU Batang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Jawa dan merupakan bagian dari program penyediaan listrik 35.000 MW.
Dilansir dari Esdm.go.id, PLTU Batang merupakan proyek dengan pola Kerjasama Pemerintah Swasta skala besar pertama dengan nilai investasi lebih dari USD 4 miliar. PLTU Batang menggunakan teknologi mutakhir terbesar di Asia Tenggara untuk saat ini, yaitu Ultra Super Critical, yang memberikan tingkat efisiensi yang tinggi dan memberikan dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan dengan teknologi PLTU sebelumnya.
Presiden Direktur PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Mohammad Effendi mengatakan bahwa teknologi Ultra Super Critical ini dapat menghasilkan temperatur pembakaran Batubara yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi pembakaran pada umumnya. Dengan demikian, kapasitas listrik yang dihasilkan lebih besar namun penggunaan batubaranya lebih efisien.
“Karena teknologi untuk bikin 1 unit 1.000 itu harus dilakukan reviewing kemudian berdasarkan pengalaman di lapangan baru timbul 1 unit 1.000. Dan itu disebut Ultra Super Critical. Selama ini yang paling tinggi yang pernah dibangun adalah Super Critical ini,”
kata Effendi dikutip dari Liputan6.com pada 24 Maret 2016 lalu.
Pada Selasa (26/12) lalu, PLTU Batang mendapat predikat “Proper Biru” pada program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
General Manager Lingkungan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja PT Bhimasena Power Indonesia, Josman Ginting selaku pengembang PLTU Batang, mengatakan bahwa pencapaian Proper Biru itu merupakan bentuk komitmen atas pengelolaan lingkungan perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
“Capaian ini menjadi semangat bagi perusahaan untuk lebih meningkatkan pengelolaan di bidang lingkungan hidup,” kata Josman dikutip dari ANTARA.
Selain pencapaian Proper Biru, PLTU Batang juga sempat meraih berbagai penghargaan lain di antaranya Pejuang Literasi Seumur Hidup 2023 dari Perpusnas dan Bendera Emas dari Kemnaker.
Penghargaan dari Perpusnas diperoleh karena PT BPI selaku pengelola PLTU Batang punya program CSR unggulan yaitu upaya mendorong budaya membaca bagi masyarakat yang tinggal di sekitar PLTU Batang.
“Sejak tahun 2016 perusahaan telah membentuk 28 taman literasi di 28 sekolah di desa sekitar PLTU Batang melalui dukungan dan program tahunan, infrastruktur. Peningkatan kapasitas SDM, fasilitas taman literasi seperti rak buku, meja, kursi, dan bahan Pustaka,” kata Senior Manager CSR BPI Bhayu Pamungkas.
Sementara penghargaan Bendera Emas dari Kemnaker diraih karena BPI dinilai sukses dalam menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.
"Bagi perusahaan, keselamatan pekerja adalah hal utama agar terhindar dari kecelakaan kerja, sementara kesehatan pekerja agar terhindar dari kecelakaan kerja juga penting agar terhindar dari penyakit akibat kerja," kata Manajer Lingkungan, Keselamatan, dan Kesehatan BPI Herlan Widodo dikutip dari ANTARA.