Melihat Lebih Dekat Kawah Timbang Dieng, Gas Beracunnya Pernah Merenggut Ratusan Korban Jiwa
Kini kawah itu masih aktif dengan mengeluarkan asap tipis yang merekah dari celah-celah bebatuan.
Kini kawah itu masih aktif dengan mengeluarkan asap tipis yang merekah dari celah-celah bebatuan.
Melihat Lebih Dekat Kawah Timbang Dieng, Gas Beracunnya Pernah Merenggut Ratusan Korban Jiwa
Pada 20 Februari 1979, terjadi peristiwa Tragedi Sinila yang menyebabkan 149 orang warga Desa Kepucukan, Batur, Banjarnegara, meninggal dunia. Tragedi itu disebabkan erupsinya Kawah Sinila yang kemudian memicu Kawah Timbang mengeluarkan gas beracun. Akibat tragedi ini, Desa Kepucukan dikosongkan dan warganya harus pindah ke tempat lain.
Karena potensi bahayanya di masa lalu, Kawah Timbang menjadi salah satu kawah yang terus dipantau oleh Pos Pengamatan Gunung Api Dieng. Kawah inipun berpotensi mengeluarkan gas beracun menyusul meningkatnya aktivitas kegempaan di kawasan gunung api Dieng.
Lantas seperti apa penampakan terbaru dari kawah berbahaya itu? Berikut selengkapnya:
Kini, lahan di sekitar Kawah Timbang banyak dimanfaatkan sebagai ladang pertanian warga. Salah seorang warga setempat, Pak Dalimi, mengungkapkan bahwa saat peristiwa itu terjadi dia masih berusia 23 tahun.
“Korbannya banyak, ada 100 lebih. Sedangkan yang selamat ada 100-an,” kata Pak Dalimi, mengutip kanal YouTube Desaku Istimewa.
Waktu itu ia juga tinggal di Desa Kepucukan. Dia dan semua anggota keluarga intinya menjadi sekian dari ratusan warga yang selamat dalam tragedi itu.
Hingga kini, Kawah Timbang masih dianggap berbahaya. Lokasinya pun bukan tempat wisata dan orang-orang diimbau untuk menjauhinya.
Dalam videonya yang diunggah pada 14 Oktober 2023, kanal YouTube Desaku Istimewa merekam lebih dekat Kawah Timbang menggunakan drone yang diterbangkan di atas kawah.
Dari atas, tampak Kawah Timbang masih mengeluarkan asap tipis. Tak jelas apakah asap itu mengandung gas beracun atau tidak.
Permukaan kawah itu merupakan batu-batu vulkanik yang cukup besar, sementara asap putih tipis keluar merekah dari sela-sela batu itu.
Bila dilihat lebih jauh, Kawah Timbang berada di sebuah cerukan sebuah bukit yang di sekelilingnya sudah menjadi ladang pertanian milik warga. Lokasi Kawah Timbang tak jauh dari Kawah Sinila.
Untuk memperingatkan warga, tak jauh dari cerukan warga ada papan peringatan dari Kementerian ESDM agar hati-hati terhadap potensi keluarnya gas beracun. Di sana pula terpasang alat deteksi untuk memantau aktivitas kawah.
“Tidak tahu ini berfungsi atau tidak, tapi tersedia alat ini,” ungkap pemilik kanal YouTube Desaku Istimewa.