Anti Mainstream, Cookies Batik Bisa Jadi Alternatif Oleh-oleh Jogja
Kini ada opsi lain bagi Anda yang ingin mencari oleh-oleh anti mainstream di Jogja.
Yogyakarta atau Jogja, masih menjadi destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia. Destinasi unggulan di Kota Budaya seperti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Malioboro dan berbagai tempat wisata lainnya di Jogja pun ramai peminat di momen-momen liburan.
Salah satu destinasi wisata yang tak kalah ramai pengunjung adalah Pasar Beringharjo yang terletak di kawasan Malioboro. Mengutip laman warta.jogjakota.go.id, selama momen libur lebaran tahun 2025 ini jumlah pengunjung meningkat drastis dibanding tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani. "Target di tahun 2024 sudah tercapai, dan tahun ini 2025 malah melebihi target. Mulai 1 April 2025 kunjungan wisatawan ke Pasar Beringharjo tercatat 13.558 wisatawan, dan puncaknya pada hari Jumat, 4 April 2025 yang mencapai 27.627 wisatawan," jelasnya dikutip dari warta.jogjakota.go.id
Pasar Beringharjo memang menjadi salah satu destinasi wisata belanja yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Jogja. Ada banyak pilihan produk yang bisa dijadikan buah tangan, mulai dari produk fashion dengan sentuhan batik, aneka kerajinan yang unik, hingga macam-macam kuliner khas Jogja.
Aneka Pilihan Oleh-oleh Kuliner Jogja
Beberapa kuliner legendaris seperti Bakpia, Geplak, Yangko, Gudeg Kaleng kerap menjadi incaran wisatawan. Namun kini ada opsi lain bagi Anda yang ingin mencari oleh-oleh anti mainstream di Jogja.
Cookies Batik Jenk'Nik bisa menjadi alternatif pilihan oleh-oleh Jogja. Kue kering bermotif batik produksi Mamikoe Jogja ini memiliki keunikan tersendiri untuk memikat hati wisatawan pecinta kudapan.
Motif batik kawung yang dilukis di atas adonan dibuat secara handmade sehingga tercipta cookies yang cantik dan tampak klasik. Keindahan corak batik khas Jawa ini tidak hanya untuk dilihat saja namun juga bisa disantap sebagai kue kering yang renyah dan lumer di mulut.
Tak hanya kue kering, ada juga produk cake seperti brownies dan bolu gulung bermotif batik dengan warna beragam yang mencuri perhatian. Jika cookies batik bisa untuk pilihan oleh-oleh Jogja, brownies dan rollcake batik ini biasa dipesan untuk hantaran lamaran hingga jadi opsi hampers untuk dikirim kepada orang-orang tersayang.
Berawal dari Rasa Penasaran
Ester Niken Haryanti Murwarni adalah sosok di balik keunikan Cake and Cookies Batik Jenk'Nik. Berawal dari rasa penasaran, perempuan 52 tahun ini mulai berkreasi memproduksi kue kering dengan motif batik.
"Awalnya bikin (produk bakery) batik karena penasaran, kue kok bisa dibatik caranya gimana, ternyata memang ada tekniknya, mau belajar di youtube bisa, belajar offline ada juga." ungkapnya saat ditemui merdeka.com, Sabtu (1/3) di rumah sekaligus toko kecil miliknya.
Berangkat dari rasa penasaran tersebut, Niken kemudian memilih belajar membatik cookies secara offline agar bisa melihat dan praktik secara langsung. Pada 2020 ia pun mulai memproduksi cake and cookies batik yang unik untuk jadi alternatif pilihan oleh-oleh Jogja anti mainstream.
"Cookies batik saat itu belum ada, dan Jogja selain Kota Pelajar juga Kota Budaya, ada batiknya yang menjadi icon, dan cookies batik sepertinya menarik, 'cookies kok dibatik' dari situ mungkin bisa menarik perhatian orang untuk beli nyicipi produknya” papar Niken menjelaskan alasan memulai bisnis bakery bermotif batik.
Tanpa memiliki background dan pengalaman baking, produk cake and cookies batik handmade karya Niken ternyata banyak diminati. Dengan berbagai strategi, Ia menjual kue kering bermotif batik tersebut dengan kemasan pouch yang memang diperuntukkan untuk jadi alternatif oleh-oleh Jogja.
Produknya kini bisa ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di Jogja. Aneka produk Mamikoe Jogja dapat dibeli di toko oleh-oleh Bakpia Wong Keraton, Punokawan, Tokone Gareng, Jogja Pasaraya, Kampoeng Jogja dan toko oleh-oleh area Bandara YIA yang dikelola Dinas Koperasi DIY.
"Produk cookies baru bisa masuk toko (oleh-oleh) untuk pemasaran itu mulai akhir 2021 setelah dapat sertifikasi halal yang dibantu BRI." jelas Niken.
Dukungan BRI dari Sertifikasi Halal hingga Kredit Usaha Rakyat
Dalam mengembangkan bisnis, Niken mengaku mendapat banyak dukungan dari BRI. Produk cake and cookies miliknya mendapat sertifikasi halal pada 2021 saat dirinya bergabung dengan Rumah BUMN Yogyakarta (RuBY) binaan BRI. "Kalau ngurus (sertifikasi halal) sendiri itu mahal, sampe 2,5 juta (rupiah). Namun karena bergabung dengan BRI produk saya mendapat fasilitas sertifikasi halal tanpa bayar" terang Niken.
Koordinator Rumah BUMN Yogyakarta, Bagas Priyambodo membenarkan hal tersebut. Salah satu fasilitas yang bisa didapatkan anggota RuBY adalah bantuan perizinan seperti sertifikasi halal. “RuBY memfasilitasi beberapa perizinan, sertifikasi gratis seperti halal, dengan bantuan BRI prosesnya lebih cepat dan tanpa biaya” jelas Bagas.
Selain kemudahan proses sertifikasi halal untuk usahanya, Niken juga mendapat bantuan permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat yang disalurkan BRI. Bantuan modal tersebut dirasa sangat membantu untuk mengembangkan bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti yang sedang dirintis Niken kala itu.
"Selain sertifikasi halal, dari BRI itu dapat KUR, itu membantu banget untuk UMKM seperti saya, bunganya rendah untuk tambahan modal buat upgrade alat-alat baking itu." ungkap Niken menjelaskan bentuk dukungan BRI untuk keberlangsungan bisnisnya.
Berkat KUR BRI yang didapatkan, Niken bisa membeli oven untuk meningkatkan jumlah produksi untuk memenuhi permintaan pasar. Selain itu ia juga bisa merenovasi sisi selatan rumahnya untuk dijadikan toko kecil yang menjual produk-produknya agar lebih mudah dikenali calon customer yang sedang berburu oleh-oleh anti mainstream Jogja.
KUR memang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan. Melansir dari laman kur.ekon.go.id, pembiayaan yang disalurkan KUR bersumber dari dana perbankan atau lembaga keuangan yang merupakan Penyalur KUR.
Program KUR dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor rill dan pemberdayaan UMKM. Terbukti sebagai salah satu lembaga keuangan penyalur KUR, BRI mampu mendorong UMKM untuk lebih berkembang dan berdaya.
“Kami percaya bahwa dengan semakin luasnya akses pembiayaan melalui KUR, semakin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional,” jelas Supari, Direktur Bisnis Mikro BRI dikutip merdeka.com dari Antara.
Sepanjang bulan Januari-Februari 2025, menurut data yang dihimpun dari bri.co.id, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp27,72 triliun. Jumlah tersebut telah mencapai 15,84% dari Rp175 triliun total alokasi tahunan yang ditetapkan pemerintah. Penyaluran KUR terbesar tercatat mencapai 40,8% pada sektor perdagangan untuk mengembangkan bisnis para pelaku UMKM.
Sebagai salah satu lembaga keuangan penyalur KUR, BRI menawarkan berbagai tiga jenis KUR, yaitu KUR Mikro, KUR Kecil dan KUR TKI. Ketiganya memiliki batas plafon pinjaman yang berbeda namun sama-sama memiliki bunga rendah sebesar 6% per tahun dengan syarat pengajuan yang cukup mudah.
Persyaratan Calon Debitur KUR
Melansir dari laman bri.co.id, berikut persyaratan calon debitur KUR Mikro BRI:
- Individu (perorangan) yang melakukan usaha produktif dan layak
- Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
- Persyaratan administrasi : Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha
- Maksimum pinjaman sebesar Rp50 juta per debitur
- Jenis Pinjaman
- Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimum masa pinjaman 3 (tiga) tahun
- Kredit Investasi (KI) dengan maksimum masa pinjaman 5 (lima) tahun
- Suku bunga 6% efektif per tahun
- bebas biaya administrasi dan provisi
Persyaratan calon debitur KUR Kecil BANK BRI:
- Mempunyai usaha produktif dan layak
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
- Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
- Memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin usaha lainnya yang dapat dipersamakan
- Pinjaman Rp 50 – Rp 500 juta
- Jenis Pinjaman
- - Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimum masa pinjaman 4 (empat) tahun
- - Kredit Investasi (KI) dengan maksimum masa pinjaman 5 (lima) tahun
- Suku bunga 6% efektif per tahun
- Agunan sesuai dengan peraturan bank
Cara Pengajuan KUR BRI 2025
Cara pengajuan KUR BRI 2025 dapat dilakukan secara langsung dengan mendatangi kantor cabang BRI terdekat atau secara online melalui situs kur.bri.co.id.
Berikut langkah pengajuan KUR BRI secara online:
- Akses laman https://kur.bri.co.id
- Login menggunakan email dan kata sandi akun
- Klik “Ajukan Pinjaman KUR”, baca syarat dan ketentuan, pilih “Saya adalah nasabah BRI”, lalu klik “Setuju dan Ajukan Pinjaman”
- Pilih “I’m not a Robot”, dan lengkapi data diri
- Isi data usaha dengan lengkap
- Unggah dokumen pendukung: KTP, surat keterangan usaha, pas foto, dan foto usaha
- Klik “Selanjutnya”, pilih “Hitung Angsuran” untuk melihat simulasi cicilan
- Klik “Ajukan Pinjaman” dan tunggu informasi hasil pengajuan
Setelah proses pengajuan selesai, petugas BRI akan melakukan survei fisik ke lokasi usaha Anda. Jika pengajuan disetujui, nasabah tetap harus datang ke kantor BRI terdekat untuk proses pencairan dana.