Bermain Patipung Tipung Balung, Permainan Tahan Senyum Tradisional oleh Anak-Anak Sunda
Permainan ini sudah jarang dimainkan, padahal seru.
Permainan ini sudah jarang dimainkan, padahal seru.
Bermain Patipung Tipung Balung, Permainan Tahan Senyum Tradisional oleh Anak-Anak Sunda
Beragam permainan tradisional Sunda mewarnai keceriaan anak-anak Jawa Barat di zaman dulu.
Salah satu yang asyik dimainkan adalah Patipung Tipung Balung yang bisa melatih keakraban.
Patipung Tipung Balung terbilang unik lantaran si pemain harus bisa menahan senyum agar tidak mendapat hukuman.
Hukumannya juga lucu, yakni diberi tepung terigu atau bedak putih menggunakan jari. Di zaman dahulu, permainan ini asyik dimainkan secara berkelompok.
Lantas bagaimana memainkan Patipung Tipung Balung? Yuk, kenalan lebih dalam lagi.
Dimainkan oleh empat sampai lima orang
Mengutip YouTube Budaya Jabar, permainan Patipung Tipung Balung jadi sarana keakraban anak-anak Sunda di zaman dulu.
Permainan ini biasanya dilakukan oleh empat sampai lima orang di halaman rumah maupun pinggir jalan desa.
Menariknya, para pemain juga menjalankan permainan ini sembari menyanyikan lagu pengiring berbahasa Sunda.
Menumpuk tangan hingga tinggi
Setelah empat sama lima orang terkumpul, langkah selanjutnya adalah anak-anak harus menumpuk tangan mereka di tengah, sembari mengepalkan tangan dan saling bersilangan.
Kemudian permainan bisa dimulai saat seluruhnya menyanyikan lagu Patipung Tipung Balung.
Setelahnya, anak-anak tersebut bersama-sama menyanyikan lagu tradisional permainan Sunda Patipung Tipung Balung.
“Patipung Tipung Balung, pamenyan menyan sapi, pancelu cepa hiji.”
Atau menyanyikan lagu lain:
“Ndog-ndog bolong, ndog bolong peupeus hiji, prek.”
Masing-masing pemain membuka kepalan tangan
Saat para pemain menyanyikan lagu-lagu tersebut, di akhir lirik mereka secara berurutan harus membuka kepalan tangannya.
Hal itu terus diulang sampai tidak ada lagi pemain yang mengepalkan tangannya alias sudah habis.
Permainan ini sangat seru dimainkan bersama terutama saat libur.
Tahan senyum agar tidak diolesi tepung
Setelah seluruh tangan sudah tidak ada yang mengepal, seluruh pemain diminta untuk menahan senyum termasuk memperlihatkan gigi.
Agar semakin seru, masing-masing pemain saling menggoda pemain lainnya dengan cara menampilkan wajah lucu mereka.
Jika salah satunya ada yang senyum sampai terlihat gigi, maka seluruh peserta mencoret wajah pemain yang senyum sampai terlihat putih.
Diketahui, Patipung Tipung Balung sudah jarang dimainkan. Permainan ini perlu terus dikenalkan agar anak-anak di zaman sekarang bisa memainkannya bersama teman-teman dan turut melestarikannya.
Permainan ini bisa menambah keakraban dari masing-masing anak yang memain