Jebolnya Benteng Pertahanan Bar Lev yang Disombongkan Israel Tak Bisa Ditembus
Kesombongan Israel harus dibayar mahal. Dalam dua jam Garis Bar Lev langsung dijebol!
Israel bahkan sesumbar Garis Bar Lev akan menjadi kuburan bagi tentara musuh yang akan menyerang.
Jebolnya Benteng Pertahanan Bar Lev yang Disombongkan Israel Tak Bisa Ditembus
Israel merebut wilayah Sinai dari Mesir dalam Perang Enam Hari tahun 1967.
Untuk mencegah serangan Mesir kembali, Israel membangun sebuah sistem pertahanan yang sangat kuat: Garis Bar Lev.
Garis Bar Lev Adalah Perbentengan yang Membentang 150 Km
Didirikan Israel tahun 1968, Garis Pertahanan Bar Lev berdiri di sepanjang Terusan Suez.
Terbagi dalam benteng-benteng yang dijaga ketat tentara Israel.
Bar Lev adalah posisi ideal untuk menahan maju Tentara Mesir. Mereka harus menyeberangi Terusan Suez, lalu mendaki gundukan pasir setinggi 20-25 meter dengan ketinggian 45-65 derajat.
Baru menghadapi benteng-benteng di Garis Bar lev.
Tentara Israel akan mudah sekali menembaki mereka dengan mortir dan senapan mesin.
Garis Pertahanan Bar-Lev dinamai dari seorang jenderal, mantan kepala staf tentara Israel Haim Bar-Lev.
Tangguhnya Garis Bar Lev membuat Israel sesumbar. Tempat ini akan menjadi kuburan bagi tentara Mesir yang menyerang.
Mesir Diam-Diam merancang Strategi Untuk Menjebol Garis Bar Lev
Untuk menyeberangi Terusan Suez bisa menggunakan jembatan ponton yang dibuat pasukan Zeni.
Tapi bagaimana menembus bukit pasir yang melindungi perbentengan Bar Lev?
PR besar Bagi Tentara Mesir: Bagaimana Menghancurkan Gundukan Pasir Setinggi 20-25 Meter?
Pasir akan meredam kekuatan tembakan roket dan meriam. Artileri Mesir tak akan banyak berguna jika bukit pasir itu tidak dihancurkan lebih dulu.
Jika menggunakan buldozer, butuh waktu lama untuk memindahkan pasir. Mereka juga pasti akan jadi sasaran empuk tentara Israel.
Sebuah Ide Brilian Dicetuskan Seorang Perwira Zeni Bernama Youssef
Kenapa tidak menggunakan pompa air bertekanan tinngi saja.
Pengalaman ini didapat Youssef saat bertugas di Bendungan Aswan. Dia yakin tekanan air akan mampu menggugurkan bukit pasir tersebut.
Mesir mempersiapkan serangan dengan sangat rahasia.
Puluhan ribu prajurit digerakkan mendekati SInai tanpa ketahuan intelijen Israel.
6 Oktober 1973, pasukan Mesir melakukan serangan mendadak lewat Terusan Suez.
Mereka membombardir Garis Bar Lev dengan artileri. Sementara pasukan 'pompa air' terus menyemprotkan air ke bukit pasir.
Berhasil. Hanya dalam dua jam pertahanan Israel jebol. Semua benteng di Garis Barlev, kecuali satu, berhasil direbut dan dikuasai tentara Mesir.
Jebolnya Garis bar Lev yang dibanggakan Israel ini menjadi pembuka Perang Yom Kippur 1973.
Mesir berhasil membalaskan dendam atas kekalahannya tahun 1967 di hari pertama perang.