Dua hari setelah gencatan senjata di Gaza, Israel kini menargetkan kota Jenin di Tepi Barat, Palestina. Negara penjajah ini meluncurkan operasi militer skala besar di Jenin pada Selasa (21/1), mengebom melalui udara dan membunuh sejumlah warga Palestina.
Militer Israel menyebut operasi mematikan sebagai "Tembok Besi", seperti dikutip dari The Cradle, Rabu (22/1).
"Tentara, Shin Bet (badan intelijen dalam negeri), dan Polisi Perbatasan meluncurkan operasi untuk melumpuhkan terorisme di Jenin," kata militer Israel dalam pernyataannya.
Sedikitnya tujuh warga Palestina terbunuh dan sekitar 70 lainnya terluka karena pengeboman dan penyerangan darat ke Jenin dan kamp-kamp pengungsi di kota tersebut.
Koresponden kantor berita WAFA melaporkan, pesawat tempur Israel diterjunkan dalam agresi di Jenin dan menyerang kamp pengungsi, sementara pasukan militer menyerbut kota itu dengan kendaraan militer dari titik pemeriksaan militer Jalameh setelah pasukan khusus ditemukan berada di lingkungan Jabarat. Koresponden ini menambahkan, helikopter Apache juga menembaki kamp-kamp pengungsi di Jenin.
Penembak jitu Israel juga dikeraahkan ke seluruh lingkungan yang ada di kamp tersebut.
Advertisement
Brigade Quds dari Brigade Jenin dari gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) mengatakan dalam sebuah pernyataan, para pejuangnya “menghadapi pasukan penjajah yang menyerang di medan perang dan menghujani pasukan musuh dengan tembakan peluru yang besar sesuai dengan persyaratan dan ketentuan lapangan."
Otoritas Palestina (PA) mengepung kamp Jenin selama enam pekan dalam sebuah operasi yang diklaim bertujuan untuk membasmi Brigade Jenin dan membangun kendali atas kamp tersebut.
Menurut seorang pejabat Otoritas Palestina (PA) yang dikutip Times of Israel pada 17 Januari, PA mencapai kesepakatan dengan Brigade Jenin untuk mengakhiri pengepungan. Kesepakatan tersebut dilaporkan mengharuskan anggota tertentu dari Brigade Jenin untuk menyerahkan senjata mereka dan memungkinkan PA untuk beroperasi secara bebas di kamp pengungsi, kata pejabat tersebut.
Surat kabar Haaretz melaporkan pada Senin, mengutip sumber Palestina, bahwa Israel meminta dinas keamanan PA untuk mundur dari Jenin sebelum tentara Israel masuk.