Ondel-ondel: Dari Boneka Penangkal Penyakit hingga Jadi Seni Betawi yang Ikonik
Dulunya jadi boneka penangkal penyakit, ondel-ondel jadi seni yang ikonik.
“Nyok kite nonton ondel-ondel!”
Boneka raksasa yang satu ini pastinya sudah nggak asing lagi karena selalu menemani berbagai momen perayaan kebudayaan di wilayah Jakarta. Arak-arak ondel-ondel memang bikin suasana makin meriah. Tapi, penasaran nggak sih sejak kapan boneka ini muncul?
Biarpun sudah familiar sebagai bagian dari kebudayaan Betawi, tapi sampai saat ini nggak diketahui tentang siapa penemu ondel-ondel pertama kali. Namun, menurut catatan sejarah yang ada, diperkirakan boneka ondel-ondel ini sudah ada sebelum tahun 1600 Masehi.
Siapa Penemu Ondel-ondel Pertama Kali?
Boneka Unik yang Ditulis dalam Catatan Perjalanan Pedagang Asing
Keterangan sejarah tentang ondel-ondel muncul dari catatan W. Scot, seorang pedagang asal Inggris. Dalam tulisannya, ia menceritakan tentang boneka raksasa unik yang jadi bagian pertunjukan masyarakat di wilayah Sunda Kelapa. Biarpun nggak disebut secara spesifik, tapi banyak yang menafsirkan kalau boneka yang dimaksud adalah ondel-ondel.
Cerita lain juga muncul dalam buku perjalanan milik E.R Scidmore yang berasal dari Amerika. Ia tinggal di Batavia di akhir abad ke-19 dan menuliskan buku berjudul Java, The Garden of The East. Dalam buku tersebut, Scidmore menuliskan seni tarian boneka raksasa yang diarak oleh masyarakat di Batavia.
Boneka Pengusir Penyakit
Dikenal sebagai ikon pesta rakyat, ternyata dulu ondel-ondel dibuat sebagai boneka pengusir penyakit dan tolak bala. Hal ini juga diulas dalam buku Kesenian Nasional 6 Ondel-Ondel yang ditulis oleh Kustopo.
Saat itu, ondel-ondel dibuat buat menemani ritual tolak balak, yaitu tradisi yang dilakukan buat mengusir wabah penyakit dan gangguan roh halus lainnya yang menyerang sebuah kampung.
Boneka raksasa yang satu ini ternyata dibuat dari anyaman bambu. Nantinya, boneka tersebut akan dihiasi pakaian dan aksesori sehingga menyerupai manusia. Secara umum tingginya mencapai 2,5 meter dengan lebar sekitar 80 cm. Sebuah ondel-ondel rata-rata memiliki berat 20-25kg.
Begini Penampakan Ondel-ondel yang Diarak
Dalam pertunjukan, ondel-ondel juga dibuat berpasangan perempuan dan laki-laki. Di bagian kepala biasanya diberikan hiasan berupa ijuk yang menyerupai rambut atau hiasan kepala khas yang disebut kembang kelapa.
Khusus pakaian, ondel-ondel perempuan biasanya menggunakan baju berwarna cerah dengan motif kembang-kembang atau polos. Sementara itu, pria menggunakan baju yang lebih gelap. Keduanya juga mengenakan selendang.