Lisa BLACKPINK Dituding Lakukan Blackfishing, Ini Kontroversi di Balik MV "Born Again"
MV terbaru Lisa Blackpink bersama Doja Cat dan Raye menuai kontroversi, karena Lisa dianggap melakukan Blackfishing.
Lisa BLACKPINK kembali menjadi sorotan setelah perilisan video musik (MV) Born Again, kolaborasinya dengan musisi Amerika Serikat, Doja Cat dan Raye. MV tersebut menampilkan visual yang dramatis dan konsep simbolis yang kuat.
Namun, yang menjadi perbincangan bukan hanya estetika video, melainkan juga perubahan warna kulit Lisa yang dianggap tidak konsisten. Warganet menuduhnya melakukan blackfishing, sebuah praktik yang sering dikaitkan dengan perampasan budaya.
Lisa Dituding Lakukan Blackfishing
Dalam beberapa adegan Born Again, Lisa tampil dengan berbagai gaya rambut, mulai dari pirang lurus, ikal kecokelatan, hingga pirang dikeriting. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah warna kulitnya yang terlihat sangat putih bak porselen. Warganet pun membandingkan penampilan Lisa dalam MV tersebut dengan visualnya saat merilis teaser Rockstar pada tahun lalu, di mana ia tampil dengan kulit lebih gelap, rambut mullet, dan gaya yang lebih edgy.
Perbedaan mencolok ini memicu tudingan bahwa Lisa sengaja menyesuaikan warna kulitnya sesuai dengan konsep lagu yang ia bawakan. Sejumlah pengguna media sosial menyoroti hal ini dan menganggapnya sebagai bentuk blackfishing.
"Hal yang saya perhatikan dari Lisa adalah setiap kali dia ingin menjadi 'rapper', dia memiliki kulit yang lebih gelap, pakaian longgar, warna hitam palsu. Namun ketika dia ingin membawakan lagu pop/lebih lembut, kulitnya lebih pucat dan tidak berwarna hitam. Jelas sekali dia tahu apa yang dia lakukan," tulis seorang warganet di X, dikutip dari Koreaboo.
"Dia berkulit hitam ketika dia ingin menjadi seorang rapper dan dia berkulit putih ketika dia ingin menjadi 'gadis pop'," imbuh yang lain.
Pembelaan dari Penggemar
Di sisi lain, penggemar Lisa membantah tuduhan tersebut dan menganggapnya sebagai serangan tidak berdasar. Mereka berargumen bahwa perubahan warna kulit dalam foto dan video bisa disebabkan oleh pencahayaan, teknik fotografi, serta arahan dari tim kreatif yang menangani proyek tersebut.
"Obrolan sama yang melelahkan lagi. Sangat jelas terlihat bahwa itu adalah gaya khas fotografernya. Seluruh akun didedikasikan hanya untuk membenci… cari hobi atau hal lain," tulis seorang penggemar membela Lisa.
Bukan Kontroversi Pertama di Dunia K-Pop
Lisa bukan satu-satunya idol K-pop yang pernah menghadapi tuduhan blackfishing dan apropriasi budaya. Pada tahun 2013, Min dari Miss A dikritik karena menyunting rapper Rick Ross ke dalam gambar parodi idol lain, Sunmi. Kasus serupa juga menimpa Sorn dari CLC pada 2019, ketika ia mengunggah foto bersama temannya yang mengenakan masker blackface.
Menurut CNN, blackfishing adalah praktik di mana seseorang mengubah tampilan fisiknya, seperti menggunakan gaya rambut atau riasan tertentu, untuk tampak seperti keturunan kulit hitam atau ras campuran. Istilah ini pertama kali populer pada 2019 ketika jurnalis Wanna Thompson mengungkap fenomena selebriti dan influencer berkulit putih yang berdandan menyerupai orang kulit hitam di media sosial.
"Blackfishing adalah ketika tokoh masyarakat kulit putih, influencer dan sejenisnya melakukan segala daya mereka untuk tampil berkulit hitam," kata Thompson kepada CNN.
"Apakah itu berarti menyamak kulit mereka secara berlebihan… dan memakai gaya rambut serta tren pakaian yang dirintis oleh perempuan kulit hitam."
Dianggap Sebagai Bentuk Perampasan Budaya
Beberapa pihak menganggap bahwa blackfishing adalah bagian dari perampasan budaya, di mana individu dari kelompok dominan mengambil elemen budaya minoritas tanpa memahami atau menghormatinya. Menurut Kamus Cambridge, perampasan budaya adalah "tindakan mengambil atau menggunakan sesuatu dari suatu budaya yang bukan milik Anda, terutama tanpa menunjukkan bahwa Anda memahami atau menghormati budaya tersebut."
Penulis dan pembicara Feminista Jones juga menyoroti bagaimana budaya minoritas sering kali dikomodifikasi oleh mereka yang memiliki privilese.
"Mereka pikir budaya ini hanya untuk diperebutkan dan akan mengambil serta berpartisipasi di dalamnya dan mengeksploitasinya karena budaya tersebut telah dikomodifikasi," ujar Thompson.
Fenomena ini semakin sering terjadi di media sosial, terutama di platform seperti TikTok, di mana tren budaya kulit hitam sering diadopsi tanpa penghormatan terhadap makna dan sejarahnya.
Konsep MV "Born Again" dan Transformasi Lisa
Di balik kontroversi yang beredar, Born Again sendiri memiliki konsep visual yang unik. MV ini disutradarai oleh Basdia Zeinali dan digambarkan sebagai sebuah penghormatan terhadap perempuan-perempuan hebat sepanjang sejarah.
Melansir ABS-CBN, video dibuka dengan trio Lisa, Doja Cat, dan Raye mengenakan pakaian hitam dramatis dengan pencahayaan yang mencolok dan nuansa suram. Raye berperan sebagai biarawati, Doja sebagai penari tiang, sementara Lisa memerankan sosok Eve yang menggoda dalam balutan renda hitam.
Sepanjang video, terjadi transformasi simbolis ketika ketiganya beralih mengenakan gaun putih anggun dengan aksen seperti baju besi perak. Transisi ini disebut-sebut melambangkan kelahiran kembali, kekuatan, serta perebutan kekuasaan. Busana yang mereka kenakan pun memadukan elemen high fashion dengan estetika prajurit, yang semakin mengangkat tema penemuan kembali jati diri.
Lagu Born Again dan video musiknya resmi dirilis pada Kamis, 6 Februari 2025, menjadi karya pertama Lisa di tahun tersebut. Meskipun mendapat pujian atas konsep artistiknya, perdebatan seputar tudingan blackfishing masih berlanjut dan belum ada pernyataan resmi dari Lisa maupun agensinya terkait kontroversi ini.