Ilmuwan Ungkap Cara Mudah Berkomunikasi dengan Kucing, Begini Caranya
Apa yang harus disiapkan oleh seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan kucing?
Kucing merupakan hewan yang dikenal memiliki karakter mandiri dan tampak acuh tak acuh. Jika Anda mengalami kesulitan dalam membangun hubungan dengan kucing peliharaan, hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakpahaman Anda terhadap bahasa tubuh mereka. Penelitian menunjukkan bahwa menjalin kedekatan dengan kucing sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan "senyuman ala kucing." Ini bukan berarti Anda harus tersenyum lebar seperti manusia, melainkan dengan mengerutkan mata dan melakukan kedipan perlahan.
Menurut Science Alert, Selasa (21/10/1015), sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa interaksi antara manusia dan kucing lebih positif ketika menggunakan gestur sederhana ini. Kucing peliharaan maupun kucing liar cenderung lebih tertarik untuk mendekat dan berinteraksi dengan manusia yang melakukan gerakan tersebut.
Karen McComb, seorang psikolog dari Universitas Sussex yang juga merupakan pemilik kucing, menjelaskan bahwa penelitian ini menunjukkan adanya komunikasi emosional antara manusia dan kucing.
"Sebagai seseorang yang mempelajari perilaku hewan sekaligus pemilik kucing, saya merasa senang dapat menunjukkan bahwa manusia dan kucing dapat berkomunikasi melalui cara ini," ujarnya saat hasil studi tersebut dipublikasikan.
Jika Anda sering berinteraksi dengan kucing, mungkin Anda sudah memperhatikan ekspresi wajah mereka ketika matanya setengah tertutup disertai dengan kedipan perlahan. Gerakan ini mirip dengan cara mata manusia menyempit saat tersenyum, dan biasanya terjadi ketika kucing merasa rileks dan nyaman. Memahami sinyal-sinyal ini dapat membantu Anda lebih dekat dengan kucing Anda dan menciptakan ikatan yang lebih kuat.
Eksperimen
Banyak pemilik kucing melaporkan bahwa manusia dapat meniru ekspresi ini untuk memberi sinyal bahwa mereka bersahabat dan terbuka terhadap interaksi. Untuk membuktikan hal tersebut secara ilmiah, sekelompok psikolog melakukan dua rangkaian eksperimen. Pada eksperimen pertama, peneliti melibatkan 21 kucing dari 14 rumah tangga yang berbeda.
Setelah kucing merasa tenang di area pilihannya di dalam rumah, pemilik diminta untuk duduk sekitar satu meter dari kucing dan melakukan kedipan perlahan ketika kucing menatap mereka. Seluruh interaksi direkam menggunakan kamera untuk mendokumentasikan respons kucing.
Rekaman tersebut kemudian dibandingkan dengan perilaku kedipan kucing dalam kondisi tanpa interaksi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kucing cenderung melakukan kedipan lambat kepada pemiliknya setelah pemilik lebih dulu melakukan kedipan lambat, dibandingkan dengan kondisi tanpa interaksi.
Dalam penelitian ini, para peneliti ingin mengungkap apakah kucing dapat mengenali dan merespons sinyal dari manusia. Penelitian tersebut melibatkan pengamatan yang cermat terhadap perilaku kucing dalam situasi yang berbeda. Kucing yang berpartisipasi dalam eksperimen ini menunjukkan perilaku yang menarik, terutama ketika berhadapan langsung dengan pemiliknya.
Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kedipan yang dilakukan pemilik dan respons kucing. Ini mengindikasikan bahwa kucing tidak hanya merespons sinyal visual, tetapi juga dapat membangun komunikasi yang lebih dalam dengan manusia melalui ekspresi yang sederhana ini.