Cara Mudah Budidaya Keong Mas dalam Drum Bekas, Solusi Hemat Pakan Ternak
Metode praktis dan menguntungkan untuk beternak keong mas menggunakan drum bekas dapat dilakukan dengan modal yang relatif rendah.
Cara beternak keong mas menggunakan drum bekas kini banyak diminati karena menawarkan efisiensi dalam penggunaan ruang dan biaya.
Metode ini sangat cocok untuk diterapkan di rumah dengan memanfaatkan drum bekas sebagai media budidaya yang sederhana. Selain itu, perawatannya juga relatif mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus, sehingga sangat ideal bagi pemula.
Budidaya keong mas dapat menjadi peluang usaha rumahan yang menguntungkan. Dengan menggunakan wadah yang sederhana, proses pemeliharaan tetap dapat dilakukan secara optimal tanpa perlu memiliki kolam yang luas.
Oleh karena itu, semakin banyak orang yang tertarik untuk mencoba cara ternak keong mas di drum bekas sebagai alternatif usaha tambahan.
Keong mas dikenal memiliki tingkat reproduksi yang cepat dan tidak memerlukan pakan yang mahal. Penggunaan drum bekas juga berkontribusi dalam menekan biaya modal awal, sehingga lebih ekonomis bagi para peternak. Tidak mengherankan jika cara ternak keong mas di drum bekas semakin dicari oleh masyarakat yang ingin memulai usaha budidaya yang sederhana namun menguntungkan.
Untuk informasi lebih lanjut, berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber mengenai cara ternak keong mas di drum bekas, Selasa (19/5/2026).
Persiapkan drum bekas sebagai media untuk budidaya
Langkah awal dalam budidaya keong mas menggunakan drum bekas adalah menyiapkan wadah yang sesuai. Drum bekas dipilih karena lebih ekonomis dan mudah ditemukan di sekitar kita. Sebelum digunakan, sangat penting untuk mencuci drum hingga bersih agar tidak ada sisa minyak, sabun, atau bahan kimia lainnya yang dapat membahayakan keong mas.
Pilihlah drum yang cukup besar agar keong memiliki ruang yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang biak. Selain itu, menggunakan drum bekas juga sangat efisien untuk lahan yang terbatas di area rumah.
2. Pastikan Drum Tidak Bocor
Setelah membersihkan drum, langkah selanjutnya adalah memeriksa seluruh bagian wadah untuk memastikan tidak ada kebocoran. Kebocoran pada drum dapat menyebabkan volume air berkurang dengan cepat, sehingga kondisi budidaya menjadi tidak stabil. Periksa dengan teliti bagian dasar dan sisi drum karena retakan kecil sering kali sulit terlihat. Jika ada lubang kecil yang ditemukan, segera tutup menggunakan lem khusus atau pelapis anti bocor. Dengan memastikan drum dalam kondisi kokoh dan tahan air, lingkungan budidaya akan tetap aman dan nyaman bagi keong mas.
Atur ketinggian air dengan cermat
Isi drum dengan air bersih setinggi sekitar 25 hingga 30 cm. Kedalaman ini dianggap ideal karena menyerupai habitat alami keong mas di area persawahan yang dangkal. Air yang terlalu dalam akan menyulitkan keong untuk bergerak, sementara air yang terlalu sedikit dapat menyebabkan suhu berubah dengan cepat. Oleh karena itu, gunakan air yang telah didiamkan terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan klorin. Menjaga kualitas dan ketinggian air sangat penting, karena hal ini berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan proses reproduksi keong mas.
4. Sediakan Substrat Tempat Bertelur
Keong mas memerlukan tempat untuk menempelkan telur di permukaan air. Untuk itu, tambahkan substrat seperti ranting kayu, bambu kecil, atau tanaman air ke dalam drum. Media tersebut akan menjadi tempat favorit keong mas untuk bertelur pada malam hari. Pastikan bahan yang digunakan bersih dan bebas dari zat berbahaya. Dengan menyediakan tempat bertelur yang nyaman, proses reproduksi keong mas akan berjalan lebih baik, sehingga jumlah telur yang dihasilkan pun dapat meningkat.
Pilihlah indukan keong mas yang berkualitas
Pemilihan indukan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam budidaya. Pastikan untuk memilih keong mas yang dalam keadaan sehat, aktif, dan memiliki ukuran yang cukup besar. Cangkang indukan juga harus utuh, tanpa retak atau rusak, karena hal ini mencerminkan kondisi kesehatan tubuh keong tersebut. Keong mas dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti sawah, rawa, atau peternak terpercaya. Sebelum dimasukkan ke dalam drum, sebaiknya keong dibiarkan selama semalaman di wadah terpisah agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Indukan yang berkualitas biasanya akan lebih cepat berkembang biak dan menghasilkan anakan yang sehat.
6. Tebar Indukan dengan Hati-hati
Proses penebaran indukan harus dilakukan dengan hati-hati agar keong tidak mengalami stres. Sebaiknya hindari melempar atau menjatuhkan keong langsung ke dalam drum, karena hal ini dapat menyebabkan cangkangnya pecah. Masukkan indukan satu per satu dengan lembut ke dalam air. Penanganan yang hati-hati akan membantu keong lebih cepat beradaptasi dan aktif bergerak di media budidaya. Jika keong tetap sehat setelah ditebar, maka proses pertumbuhan dan reproduksi biasanya akan berlangsung dengan lebih optimal.
Berikan pakan secara teratur
Keong mas adalah hewan herbivora yang sangat menyukai berbagai jenis tumbuhan lunak. Beberapa jenis pakan yang dapat diberikan meliputi daun kangkung, sawi, selada, eceng gondok, serta limbah sayuran segar dari pasar. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara teratur sebanyak 3 hingga 4 kali sehari agar kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi. Hindari memberikan pakan yang sudah busuk karena dapat merusak kualitas air. Dengan asupan makanan yang cukup, keong mas dapat tumbuh lebih cepat dan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar saat panen.
8. Jaga Kebersihan Air dalam Drum
Kebersihan air sangat penting dalam budidaya keong mas. Air yang kotor dapat menjadi pemicu penyakit dan menghambat pertumbuhan keong. Oleh karena itu, lakukan penggantian air secara berkala jika air mulai keruh atau berbau. Selain itu, tambahkan air bersih jika volume air berkurang akibat penguapan. Hindari penggunaan garam atau bahan kimia lainnya, karena dapat menyebabkan kematian pada keong mas. Dengan menjaga kondisi air tetap bersih dan stabil, keong akan lebih sehat dan produktif dalam bertelur.
Laksanakan panen dengan strategi yang efektif
Keong mas biasanya dapat dipanen sekitar satu bulan setelah proses penebaran, khususnya jika menggunakan bibit anakan. Panen dapat dilakukan secara keseluruhan atau sebagian, tergantung pada kebutuhan. Pada panen total, semua keong akan diambil dan proses budidaya akan dimulai kembali dengan bibit baru. Sementara itu, panen sebagian dilakukan dengan mengambil keong yang berukuran besar dan membiarkan anakan tetap tumbuh di dalam drum. Metode ini lebih praktis karena memungkinkan budidaya terus berjalan tanpa harus memulai dari awal. Dengan perawatan yang baik, ternak keong mas di drum bekas bisa menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan.
Pertanyaan Seputar Cara Ternak Keong Mas di Drum Bekas
Berapa ketinggian air ideal untuk budidaya keong mas di drum bekas?
Ketinggian air yang ideal untuk budidaya keong mas berkisar antara 25 hingga 30 cm, yang menyerupai habitat alami mereka di persawahan yang dangkal.
Bagaimana cara memilih indukan keong mas yang berkualitas?
Pilih indukan keong mas yang sehat dengan ukuran tubuh besar, cangkang utuh yang tidak retak, dan gerakan aktif saat disentuh. Bibit dapat diperoleh dari area persawahan atau rawa-rawa terdekat.
Apa saja pakan yang cocok untuk keong mas?
Keong mas adalah hewan herbivora, sehingga pakan yang cocok meliputi dedaunan lunak atau sayuran limbah pasar yang masih segar, seperti daun sawi, daun selada, kangkung, atau eceng gondok.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen keong mas?
Budidaya keong mas dapat dipanen sekitar satu bulan setelah menebar benih, terutama untuk keong yang saat ditabur masih dalam bentuk anakan.
Apakah garam boleh digunakan dalam budidaya keong mas?
Tidak, sebaiknya hindari penggunaan garam pada wadah atau kolam keong mas karena dapat menyebabkan kematian.