VIDEO Reaksi Presenter TV Ketika Gempa Tiba-Tiba Mengguncang Istanbul Saat Sedang Baca Berita
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Istanbul, Turki, menyebabkan kepanikan massal dan ratusan luka ringan.
Di studio televisi CNN Turk yang tenang itu tiba-tiba berubah panik ketika gempa mengguncang Istanbul, Turki pada Rabu (23/4) kemarin. Seorang presenter TV yang sedang membaca berita dan juga bertugas memandu sebuah talk show hari itu kaget ketika tiba-tiba ruangan di studio berwarna cerah tersebut bergucang hebat.
Kendati terlihat berusaha tetap tenang, namun guncangan gempa yang semakin kuat membuatnya teriak panik.
"Sedang terjadi gempa Gempa yang sangat kuat sedang terjadi sekarang," ujar perempuan dengan blazer merah tersebut, seperti dilansir Al Jazeera.
Suara getaran gempa juga dapat terdengar dalam rekaman tersebut.
Di tengah kepanikan tersebut, perempuan berambut pirang ini tetap mengingatkan pemirsa agar tetap tenang.
"Kami merasakannya sangat kencang di studio," cetusnya.
Presenter ini juga meminta salah satu rekannya bernama Silan untuk menghubungi ibunya.
"Bisakah Anda menghubungi ibu saya? Karena kami rasakan gempanya sangat kencang, kami bisa menyampaikan magnitudonya sangat tinggi," ujarnya..
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Istanbul, Turki, pada Rabu (23/4) sekitar pukul 12:49 waktu setempat (09:49 GMT). Episentrum gempa berada di Laut Marmara, sekitar 40 kilometer barat daya Istanbul, pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan kuat terasa di seluruh Istanbul dan beberapa provinsi sekitarnya, menyebabkan kepanikan massal dan ratusan orang luka-luka. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa akibat runtuhan bangunan, peristiwa ini kembali menyoroti kekhawatiran tentang keselamatan bangunan di Turki.
Gempa yang berlangsung selama 13 detik ini diikuti oleh lebih dari 100 gempa susulan, dengan yang terkuat berkekuatan 5,9 magnitudo. Ribuan warga Istanbul berhamburan keluar gedung-gedung menuju area terbuka. Laporan awal menyebutkan sedikitnya 236 orang terluka, sebagian besar karena jatuh saat panik atau mengalami serangan panik. Namun, beberapa sumber lain menyebutkan angka sekitar 151 orang terluka. Pemerintah Turki menyatakan tidak ada korban jiwa akibat runtuhan bangunan, kecuali satu bangunan tua yang sudah terbengkalai di distrik Fatih.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan rasa syukur atas minimnya kerusakan dan korban jiwa. Peristiwa ini menjadi pengingat akan gempa dahsyat yang melanda Turki pada awal tahun 2023 dan memicu kontroversi mengenai peraturan bangunan dan deregulasi perumahan. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang berpotensi rusak dan menyediakan tempat penampungan sementara.
Dampak Gempa
Guncangan gempa yang kuat terasa di berbagai wilayah Istanbul, termasuk distrik Atakoy di bagian barat kota. Seorang koresponden RIA Novosti melaporkan merasakan getaran yang cukup dahsyat.
"Dinding bergetar, lampu gantung berayun, perabotan berderit, dan listrik padam untuk sementara waktu," ujarnya.
Aktivitas sekolah dan perkuliahan di Istanbul diliburkan selama dua hari sebagai tindakan pencegahan. Beberapa konser dan acara hiburan juga dibatalkan.
Pemerintah Turki, melalui Presidensi Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), memberikan respon cepat terhadap bencana ini. Selain menyediakan tempat penampungan sementara di gedung olahraga dan masjid, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi mengenai gempa dan imbauan keselamatan disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk surat kabar Yeni Safak dan Sputnik.
Meskipun angka korban luka bervariasi dalam beberapa laporan, kebanyakan luka merupakan luka ringan akibat kepanikan. Tidak adanya korban jiwa akibat runtuhan bangunan merupakan kabar baik, namun tetap menjadi sorotan pentingnya peningkatan standar keselamatan bangunan di masa mendatang.