Teganya Suami Pukul Istri Lagi Hamil Sampai Tewas Perkara Masakan Terlalu Asin
Pasangan tersebut pernah terlibat pertengkaran yang berujung pada insiden tragis di mana suami membunuh istrinya.
Sebuah tragedi menimpa seorang wanita hamil berusia 25 tahun bernama Brajbala, yang tewas diduga akibat penganiayaan oleh suaminya, Ramu.
Pertengkaran sepele soal masakan yang dianggap terlalu asin ini berujung pada kekerasan mematikan di Desa Nagda Dhak, Distrik Kasganj, India. Peristiwa ini dilaporkan The Logical Indian, Senin (8/9).
Menurut keterangan polisi, keributan pasangan tersebut berujung pada insiden tragis. Brajbala disebut terjatuh dari atap rumah dan mengalami luka serius.
Ia sempat dibawa ke rumah sakit distrik, lalu dirujuk ke Aligarh Medical College karena kondisinya semakin kritis. Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Brajbala dinyatakan meninggal pada Kamis (4/9).
Kepala Kepolisian Tambahan Kasganj, Rajesh Bharti, menegaskan bahwa perkara ini telah naik ke penyelidikan resmi.
"Kami telah membuka kasus terhadap Ramu, dan saat ini penyelidikan sedang dilakukan," ujarnya.
Usai kejadian, Ramu sempat melarikan diri. Namun, warga desa berhasil menangkapnya dan menyerahkannya ke pihak berwenang pada malam yang sama.
Sementara itu, jenazah Brajbala telah dikirim untuk diautopsi guna memastikan penyebab kematian.
Kekerasan dan perselingkuhan menjadi pemicu
Keluarga Brajbala menuduh bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukanlah hal baru bagi pasangan ini.
Mereka mengklaim bahwa Ramu sering bertindak kasar hanya karena hal-hal sepele dan terlibat dalam perselingkuhan.
Saudara laki-laki korban menjelaskan bahwa hubungan gelap Ramu dengan iparnya serta tuntutan mas kawin yang selalu ada telah menjadi penyebab utama pertengkaran sejak pernikahan mereka lima tahun lalu.
Dalam laporan yang mereka ajukan kepada pihak kepolisian, keluarga tersebut menyebutkan tiga orang yang diduga terlibat dalam pelecehan dan kekerasan berulang yang dialami oleh Brajbala.
Kasus ini kembali menyoroti tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga di India, yang sering kali berakhir dengan tragedi yang fatal.
Banyak pihak menyerukan perlunya tindakan yang lebih tegas untuk melindungi perempuan dari kekerasan domestik.
Hal ini termasuk penegakan hukum yang lebih ketat, dukungan bagi para penyintas, serta perubahan norma sosial yang masih membiarkan praktik kekerasan terus berlangsung.
Dengan meningkatnya kesadaran akan isu ini, diharapkan langkah-langkah konkret dapat segera diterapkan untuk mengatasi masalah yang mendesak ini.