Setelah Netanyahu, Jaksa Mahkamah Internasional Siapkan Surat Perintah Penangkapan Dua Menteri Israel
Israel telah membunuh hampir 54.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023.
Ketua Jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Karim Khan, dilaporkan tengah mempersiapkan surat perintah penangkapan terhadap dua menteri Israel, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir. Surat perintah penangkapan ini disiapkan sebelum cuti sementara karena "penyelidikan pelanggaran", menurut laporan The Wall Street Journal, dikutip dari The Cradle, Kamis (29/5).
Sebelumnya pada November 2024, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Yoav Gallant atas kejahataan kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina
Dengan cutinya Karim Khan, keputusan kini berada di tangan para wakilnya, meskipun masih belum jelas apakah mereka akan melanjutkan proses surat penangkapan ini. Menurut sejumlah pakar, tanpa kehadiran ketua jaksa yang sedang menjabat, para wakil jaksa ICC kemungkinan bakal ragu-ragu melanjutkan proses tersebut dengan alasan dampak politik dari penargetan pejabat senior Israel di tengah meningkatnya pengawasan terhadap apartheid dan kejahatan perang Israel.
Menanggapi laporan ini, Itamar Ben-Gvir menyatakan surat perintah penangkapan tersebut tidak membuatnya takut. Malah dia berjanji untuk memperluas permukiman Israel di Tepi Barat.
"Tidak ada surat perintah penangkapan dalam bentuk apa pun yang akan menghentikan saya untuk terus bekerja bagi rakyat Israel dan tanah Israel," tulisnya di X.
"Jaksa di Den Haag (di mana ICC berada) tidak membuat saya takut. Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk melindungi rakyat saya, bahkan jika itu membuat saya harus menerima surat perintah penangkapan."
"Ketika Den Haag menentang saya, saya tahu saya berada di jalan yang benar," pungkas Ben-Gvir dari kelompok sayap kanan Yahudi ini.