Pria Ini Dikecam Setelah Nekat Ambil Ponsel yang Tertinggal di Gunung Fuji
Dalam kurun waktu empat hari, pria asal China ini dua kali diselamatkan tim SAR dari Gunung Fuji.
Seorang mahasiswa China (27) diselamatkan sebanyak dua kali di Gunung Fuji, Jepang dalam kurun waktu empat hari. Pria ini kemudian menjadi sasaran kemarahan warganet di dunia maya.
Dilansir South China Morning Post, Senin (28/4), kronologi cerita tersebut berawal ketika pria itu ditolong untuk turun dari Gunung Fuji pada 22 April setelah merasa mual. Pria itu tampaknya merasakan efek dari fobia ketinggian saat berada di dekat puncak gunung setinggi 3.778 meter tersebut. Selain ponsel, ia juga kehilangan cramponnya (alat bantu besi yang diperlukan untuk mendaki dataran tinggi tertutup es), dan peralatan pendakian lainnya.
Empat hari kemudian, tim penyelamat darurat menerima telepon dari seorang pendaki Jepang bahwa terdapat seorang pria yang pingsan di jalur Fujinomiya, terletak lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut. Pria tersebut tampaknya mengalami lecet ringan, sehingga tim polisi pendaki gunung datang untuk menolongnya.
Pria itu tidak dapat berjalan dan harus digotong menuruni gunung dengan tandu hingga diserahkan kepada kru ambulans saat tengah malam, sekitar 14 jam setelah panggilan darurat awal. Pria tersebut kembali menderita efek ketinggian tetapi tidak mengalami cedera serius.
Polisi terkejut ketika mengetahui bahwa pria itu adalah pendaki yang sama yang beberapa hari sebelumnya mereka selamatkan. Ternyata, ini adalah kali kedua pria tersebut berupaya mendaki dalam pendakian berbahaya untuk mengambil ponselnya karena ketinggalan saat penyelamatan pertama.
Laporan media setempat tidak memberikan informasi lebih lanjut apakah pria itu akhirnya dapat menemukan ponselnya.
Tuai Kecaman
Tindakan mahasiswa tersebut dikecam oleh Ken Noguchi, seorang pendaki gunung terkenal.
“Tim SAR menyelamatkan nyawa pria ini, tetapi kondisi mentalnya tidak dapat diselamatkan. Itu terlalu bodoh,” kata Ken di X.
“Tim darurat harus bersikeras agar pria tersebut membayar biaya atas kedua penyelamatan yang mereka lakukan.”
Sementara yang lain menulis pepatah Jepang yang populer, “Pria yang mendaki Gunung Fuji sekali adalah orang bijak, sementara orang yang mencobanya dua kali adalah orang bodoh.”
Gunung Fuji terbuka untuk pendaki dari awal Juli hingga pertengahan September, dengan peringatan dari pemerintah setempat yakni agar pendaki tidak mencoba mencapai puncak, kecuali bagi mereka yang berpengalaman, memiliki perlengkapan yang lengkap, dan mendaki secara berkelompok.
Menurut organisasi Fuji Mountain Guides, pada Senin (28/4) suhu siang hari di puncak gunung mencapai minus 7 derajat celcius, dengan angin dingin yang bisa membuat pendaki merasa sedingin minus 22 derajat. Angin terukur mencapai 55 km/jam di Gunung Fuji.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey