Jepang Dukung Program Makan Siang Gratis Bagi Pelajar Indonesia
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dubes Masaki Yasushi dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun Kaisar Jepang, Naruhito.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, menyatakan pemerintah Jepang berkomitmen untuk mendukung program penyediaan makanan bergizi secara gratis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menjalankan kebijakan yang bertujuan untuk mencapai penyediaan pangan gratis dan bergizi," ungkap Dubes Masaki Yasushi saat memberikan pidato pada peringatan Hari Ulang Tahun Kaisar Jepang Naruhito yang diadakan pada Kamis (20/2) di Hotel St.Regis, Jakarta.
Lebih lanjut, Dubes Masaki Yasushi menjelaskan terdapat program swasembada pangan yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Selain itu, pemerintah Indonesia juga memberikan perhatian khusus pada swasembada energi dan pengembangan industri hilir.
Menurutnya, Jepang berkomitmen untuk memanfaatkan keahlian di berbagai bidang penting dan terus memperkuat kerja sama melalui kolaborasi antara sektor publik dan swasta.
“Komitmen ini ditegaskan kembali selama KTT Jepang-Indonesia baru-baru ini. Hadirin sekalian, saat ini lebih dari 2.000 perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi negara ini di berbagai sektor,” tambahnya.
Puji MRT
Dubes Masaki Yasushi juga membahas kolaborasi antara Jepang dan Indonesia dalam sektor pembangunan transportasi.
"Seperti yang Anda ketahui, MRT Jakarta yang dibangun dengan kerja sama Jepang telah menjadi moda transportasi vital bagi masyarakat Jakarta," ujarnya.
"Setiap kali saya menaikinya, saya terkesan dengan betapa bersih dan modernnya MRT Jakarta, bahkan mungkin lebih baru daripada beberapa sistem kereta bawah tanah di Tokyo, dan khususnya saya sangat bangga dengan kenyataan bahwa MRT Jakarta sekarang dioperasikan sepenuhnya oleh orang Indonesia."