Intelijen Perempuan Israel Ketahuan Selingkuh dengan Pria Palestina, Sampai Ditangkap 2 Kali
Intelijen Perempuan Israel Ketahuan Selingkuh dengan Pria Palestina, Sampai Ditangkap 2 Kali
Dia mengaku berselingkuh dengan seorang warga Palestina di Ramallah.
Intelijen Perempuan Israel Ketahuan Selingkuh dengan Pria Palestina, Sampai Ditangkap 2 Kali
Perwira perempuan intelijen Israel kini tengah diselidiki oleh pihak berwenang setelah ia ditangkap dua kali di Tepi Barat, Palestina dan kemudian mengaku berselingkuh dengan seorang warga Palestina di Ramallah.
Wartawan Channel 12 Omri Maniv, melaporkan, Selasa (18/6), seorang tentara perempuan yang menduduki posisi rahasia di direktorat intelijen militer Israel ditahan dan diselidiki pada akhir pekan lalu.
Akhir pekan lalu perempuan tersebut ditangkap polisi Palestina di Ramallah dan kemudian diserahkan kepada polisi Israel.
Hanya satu jam kemudian, ia kembali tertangkap di Tepi Barat dan kembali ditangkap oleh polisi Palestina,
yang kemudian menyerahkannya kepada pihak berwenang Israel.
Polisi Israel menyatakan perempuan itu adalah seorang perwira intelijen, dalam posisi rahasia, yang bekerja di kantor kepala Departemen Keamanan Informasi militer.Penyelidikan kemudian dibuka oleh militer, menurut Channel 12.
Perempuan tersebut awalnya mengatakan ia pergi untuk membeli narkoba, namun kemudian mengakui ia telah berselingkuh dengan seorang pria Palestina dari Ramallah selama sekitar satu tahun.
Sejak perang meletus pada 7 Oktober lalu, pria Palestina ini, bersama dengan seluruh warga Palestina di Tepi Barat, dilarang masuk ke Israel, sehingga keduanya bertemu secara diam-diam di Ramallah.
Perempuan tersebut ditahan selama tiga hari oleh kementerian pertahanan Israel karena dicurigai "menyalahgunakan kewenangannya hingga membahayakan keamanan negara".
Dia dibebaskan pada Senin (17/6) tetapi tetap berada di bawah pengawasan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Channel 12 melaporkan motif keamanan telah dikesampingkan dari penyelidikan, dan investigasi telah dialihkan ke kantor kejaksaan militer.
"Di Israel saat ini, cinta juga merupakan sebuah kejahatan, jika kita berbicara tentang orang Arab dan Yahudi," tulis reporter Channel 12, Mohammad Magadli, di X, menanggapi kisah ini.