Ilmuwan Temukan Serangga Laut Raksasa "Darth Vader", Beratnya Sampai 1 Kilogram
Peneliti menemukan kemiripan kepala serangga ini dengan helm yang dipakai Darth Vader, tokoh jahat dari film "Star Wars".
Para ilmuwan baru-baru ini berhasil mengidentifikasi spesies serangga laut yang disebut "super raksasa" setelah memperoleh krustasea dari nelayan dan restoran di Vietnam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami semakin populernya makhluk tersebut sebagai hidangan lokal yang lezat. Makhluk laut dalam ini kini dinamakan Bathynomus vaderi (B. vaderi), karena peneliti menemukan bahwa bentuk kepalanya menyerupai helm yang dikenakan oleh karakter ikonik dalam film Star Wars, Darth Vader.
Dilansir CNN, Senin (27/1), para ilmuwan secara resmi mendeskripsikan spesies baru ini pada hari Selasa (21/1) dalam jurnal ZooKeys. Penelitian tersebut mengonfirmasi bahwa beberapa elemen struktural tubuh B. vaderi sangat berbeda dibandingkan dengan spesimen Bathynomus lainnya yang ditemukan di Laut China Selatan. Serangga laut super raksasa ini, termasuk B. vaderi, merupakan bagian dari keluarga isopoda yang dikenal dengan rangka luar yang keras dan tujuh pasang kaki.
Dalam penelitian ini, spesimen terbesar yang ditemukan memiliki berat lebih dari 1 kilogram dan panjang 32,5 cm, menjadikannya salah satu isopoda terbesar yang pernah diketahui di dunia. Struktur tubuh Bathynomus mirip dengan banyak cirolanida yang hidup di perairan dangkal, namun makhluk laut dalam ini telah berevolusi menjadi ukuran yang jauh lebih besar. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Conni Sidabalok, salah satu penulis penelitian dan peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia.
B. vaderi adalah penghuni dasar laut yang memakan hewan mati, berfungsi untuk mendaur ulang nutrisi dalam rantai makanan laut dalam. Sidabalok menjelaskan bahwa ukuran besar Bathynomus dapat meningkatkan kelangsungan hidupnya di kedalaman laut atau memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan pemakan bangkai lainnya.
"Kebanyakan isopoda berukuran sangat kecil, biasanya panjangnya kurang dari 2,5 cm (1 inci). Perbedaan ukuran ini menjadikan penemuan spesimen sebesar itu sangat luar biasa," jelas Dr. Lanna Cheng, profesor emeritus biologi laut di University of California, San Diego, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
11 Spesies Bathynomus Super Raksasa
Menurut penelitian yang dilakukan, saat ini terdapat 11 spesies Bathynomus supergiant (super raksasa) dan sembilan spesies giant (raksasa) yang telah diidentifikasi, sementara beberapa spesies lainnya masih menunggu deskripsi resmi. Salah satu spesies yang menarik perhatian adalah B. vaderi, yang merupakan spesies isopoda super raksasa kedua yang ditemukan di Laut China Selatan. Proses untuk membedakan B. vaderi dari spesies lainnya menjadi sangat menantang, mengingat habitat krustasea ini berada di kedalaman laut yang ekstrem.
Berbeda dengan isopoda super raksasa lainnya, B. vaderi memiliki karakteristik unik. Segmen terakhir dari kaki belakangnya menunjukkan penyempitan di ujungnya dan sedikit melengkung ke belakang, seperti yang dijelaskan dalam penelitian tersebut.
Untuk memastikan keunikan spesies ini, peneliti Sidabalok dan timnya melakukan pemeriksaan terhadap spesimen-spesimen terkait yang terdapat di koleksi museum di berbagai negara, serta menjalin kerja sama dengan para ahli lainnya. Selain itu, analisis DNA B. vaderi juga dilakukan, namun tantangan muncul karena kurangnya data genetik untuk banyak spesies Bathynomus, yang menyulitkan proses identifikasi lebih lanjut.
Hidangan Populer
Dalam beberapa tahun terakhir, spesies Bathynomus seperti B. jamesi telah menjadi hidangan yang populer di Vietnam, di mana dagingnya sering kali diibaratkan dengan lobster, seperti yang diungkapkan dalam penelitian. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap Bathynomus, pada tahun 2017, beberapa spesimen dijual dengan harga mencapai 2 juta dong Vietnam atau sekitar Rp1,2 juta, menurut laporan para peneliti.
Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah penangkapan dan penjualan Bathynomus oleh nelayan, harga mulai menurun karena pasokan yang semakin banyak. Pada awal tahun 2024, spesimen dengan berat 1 hingga 2 kilogram dijual sekitar 1 juta dong Vietnam (sekitar Rp644 ribu), berdasarkan penelitian tersebut.
Dengan penemuan B. vaderi, para ilmuwan seperti Sidabalok dan Cheng mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemungkinan spesies ini masuk ke dalam pasar makanan laut global. Bathynomus dikenal memiliki laju reproduksi yang lambat, di mana krustasea raksasa ini hanya menghasilkan sedikit telur, yaitu ratusan, yang menetas menjadi versi miniatur dari krustasea dewasa, menurut penjelasan Sidabalok. Ia menambahkan, rendahnya tingkat reproduksi ini membuat mereka sangat rentan terhadap penangkapan ikan yang berlebihan.
"(Makhluk) ini tidak tumbuh sangat cepat, dan jika mereka menjadi barang yang sangat tidak biasa dan dicari, kita mungkin akan memakannya hingga punah," kata Cheng.
Tim peneliti meyakini B. vaderi mungkin berada di luar perairan pantai Vietnam di bagian lain Laut China Selatan, tetapi menemukan spesies lain di kedalaman tersebut akan memerlukan waktu yang tidak sedikit. Peneliti Sidabalok berharap bahwa studi ini akan membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut mengenai populasi Bathynomus dan membantu nelayan dalam mengembangkan praktik yang lebih berkelanjutan.
"Jika kami mendapat kesempatan, kami ingin melakukan lebih banyak survei dan mungkin bekerja sama dengan para ilmuwan di wilayah tersebut untuk memastikan apa yang hidup di sana," ungkap Sidabalok.
"Masih banyak yang harus dipelajari dan ditemukan."