Raphinha Menyebut Dirinya Pantas Memenangi Ballon d'Or, Bukan Ousmane Dembele
Raphina menyatakan dirinya layak meraih penghargaan Ballon d'Or 2025, lebih pantas dibandingkan Ousmane Dembele.
Penyerang Barcelona, Rapinha, mengungkapkan rasa kecewanya setelah gagal meraih Ballon d'Or, meskipun ia menunjukkan performa yang sangat baik sepanjang musim. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada Ousmane Dembele, bintang Paris Saint-Germain (PSG), yang berhasil mengalahkan rekan setim Raphinha, Lamine Yamal.
Raphinha sendiri menempati posisi kelima, sebuah hasil yang cukup mengejutkan baginya. "Saya kecewa karena saya berharap setidaknya berada di tiga besar," tuturnya dalam wawancara dengan Sofascore, Jumat (30/1/2026).
Raphinha menyadari untuk memenangkan Ballon d'Or bukanlah hal yang mudah, terutama karena prestasi di Liga Champions menjadi salah satu faktor penentu yang sangat penting.
"Saya memang tahu menang itu sulit karena Liga Champions sangat menentukan untuk penghargaan ini. Tapi, saya tetap kecewa dengan posisi saya. Kalau saya yang menilai, saya akan menempatkan diri saya di peringkat pertama," ungkapnya.
Dengan pernyataan tersebut, Raphinha menunjukkan bahwa ia memiliki ambisi besar dan percaya diri terhadap kemampuannya di lapangan.
Alasan Pantas Menang
Bagi Raphinha, penghargaan individu seharusnya mencerminkan kinerja sepanjang musim, bukan hanya berdasarkan satu kompetisi.
"Menurut saya, penghargaan individu tidak seharusnya hanya dilihat dari satu turnamen. Saya merasa pantas berada di peringkat pertama untuk apa yang saya berikan sepanjang musim, dari gelar yang saya menangkan, statistik yang saya capai, hingga performa di lapangan. Saya pantas menang," ucapnya.
Meskipun demikian, ia tetap merasa bangga dengan pencapaiannya musim ini.
"Saya puas dan bahagia dengan musim saya. Penghargaan individu tidak akan menghapus apa yang sudah saya lakukan musim lalu," kata Raphinha.
Selama musim lalu, Raphinha berhasil mencetak 34 gol dan memberikan 25 assist dari 56 penampilan, membantu Barcelona meraih gelar La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa Spanyol. Di ajang Liga Champions, ia menyumbang 13 gol dan 9 assist dalam 14 pertandingan, yang turut membantu Barca mencapai semifinal. Dengan pencapaian tersebut, Raphinha menunjukkan bahwa kontribusinya di lapangan sangat signifikan dan layak mendapatkan pengakuan lebih dari sekadar penghargaan individu.
Sulit Diukur
Raphinha menyadari kegagalan untuk meraih Liga Champions berdampak pada peluangnya untuk mendapatkan penghargaan.
"Akhirnya saya paham, Ballon d'Or melibatkan banyak faktor yang tidak bisa saya kendalikan, dan beberapa hal sulit diukur," kata Rapinha.
Meskipun demikian, ia merasa jika melihat keseluruhan performa musimnya, ia layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut.
"Kalau dilihat dari musim secara keseluruhan, saya pantas menang. Saya akan menempatkan Lamine di posisi kedua, Pedri ketiga, dan Dembele di peringkat keempat," ungkapnya.
"Tapi, karena penghargaan ini menitikberatkan pada satu kompetisi, Dembele memang pantas menang, apalagi dia menjalani musim yang spektakuler."
Dembele berhasil mencetak 35 gol dari 53 penampilan untuk PSG, yang berhasil meraih treble domestik dan mengangkat trofi Liga Champions pertama mereka, serta menambah Ligue 1 dan Coupe de France ke dalam koleksi trofi klub.
Sumber: ESPN