4 Bintang Arsenal yang Potensial Pergi pada Musim Panas 2026
Belanja besar yang dilakukan Arsenal dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat skuadnya mungkin akan memaksa klub mengambil langkah sulit.
Musim 2025/2026 berpotensi menjadi salah satu musim paling bersejarah bagi Arsenal. Di bawah kepemimpinan Mikel Arteta, tim ini memiliki peluang untuk meraih quadruple, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub. Namun, keberhasilan ini juga membawa tantangan finansial.
Belanja besar yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat skuad dapat memaksa Arsenal untuk mengambil langkah sulit di bursa transfer musim panas mendatang. Menurut laporan, klub mungkin harus menjual satu atau dua pemain bintang untuk tetap mematuhi aturan keuangan yang ditetapkan oleh UEFA dan Premier League.
Arteta memiliki beberapa pemain yang dianggap tidak tergantikan, seperti Bukayo Saka, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Declan Rice. Namun, di luar nama-nama tersebut, terdapat beberapa aset bernilai tinggi yang mungkin akan dilepas demi menjaga keseimbangan keuangan klub dan memberikan ruang untuk memperkuat tim di masa depan.
Berikut adalah empat pemain besar Arsenal yang berpotensi dijual pada musim panas ini, berdasarkan kemungkinan terjadinya transfer dan alasan di balik keputusan tersebut.
Kai Havertz
Kai Havertz bergabung dengan Arsenal pada tahun 2023 dengan biaya transfer yang sangat tinggi, dan hingga saat ini, ia masih tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi di klub, menurut Capology.
Awalnya, pemain asal Jerman ini dibawa ke klub untuk mengisi posisi Granit Xhaka di lini tengah. Namun, seiring berjalannya waktu, Kai Havertz justru bertransformasi menjadi penyerang utama Arsenal.
Pelatih Mikel Arteta mengapresiasi fisik kuatnya, energi yang tak kenal lelah saat bertahan, serta kemampuannya dalam memenangkan duel dan mencetak gol-gol krusial.
Meski demikian, musim 2025/2026 tidak berjalan mulus bagi Kai Havertz karena mengalami beberapa cedera. Ia sempat absen selama beberapa bulan akibat cedera lutut dan baru-baru ini menghadapi masalah otot sebelum akhirnya kembali ke lapangan.
Arsenal juga telah mendatangkan Viktor Gyokeres pada bursa transfer musim panas lalu. Meskipun Kai Havertz dinilai lebih cocok bermain sebagai penyerang tengah dalam sistem yang diterapkan Arteta, masalah kebugaran yang berulang dapat memicu Arsenal untuk mempertimbangkan keputusan mengejutkan terkait penjualannya.
Peran Havertz di fase akhir musim ini kemungkinan akan sangat memengaruhi masa depannya di klub.
Myles Lewis-Skelly
Dalam konteks peraturan keuangan yang semakin ketat, strategi untuk memperoleh "pure profit" dari penjualan pemain akademi menjadi sangat penting bagi banyak klub, termasuk Arsenal.
Sebelumnya, The Gunners telah menerapkan strategi ini dengan menjual pemain seperti Emile Smith Rowe, Eddie Nketiah, dan Folarin Balogun, yang menghasilkan total pendapatan sebesar 129 juta dolar.
Arsenal saat ini memiliki dua talenta muda yang menjanjikan, yaitu Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly, yang sempat menunjukkan performa cemerlang pada musim 2024/2025.
Namun, pada musim ini, keduanya tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk bermain. Nwaneri saat ini dipinjamkan ke Olympique de Marseille, sedangkan Lewis-Skelly kesulitan untuk mendapatkan waktu bermain, kecuali di kompetisi piala domestik.
Di sisi lain, Arsenal juga memiliki dua bek kiri senior yang bersaing untuk posisi tersebut, dan tampaknya Arteta belum sepenuhnya mempercayai Lewis-Skelly untuk bermain di posisi gelandang alaminya.
Meskipun Lewis-Skelly menunjukkan potensi besar pada musim lalu, menjualnya bisa menjadi keputusan yang logis. Banyak klub di Inggris dan Eropa dilaporkan tertarik untuk merekrutnya, sehingga Arsenal berpeluang mendapatkan biaya transfer yang signifikan.
Gabriel Martinelli
Salah satu posisi yang kemungkinan besar ingin diperkuat Arsenal pada musim panas ini adalah sayap kiri. Dalam beberapa musim terakhir, Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard menjadi dua pilihan utama di posisi tersebut.
Namun, performa keduanya dinilai belum memuaskan. Meskipun Martinelli menunjukkan penampilan yang baik di kompetisi piala, perkembangan pemain Brasil ini tidak secepat yang diharapkan oleh para penggemar sejak musim cemerlang 2022/2023.
Musim itu kini dikenang dengan rasa nostalgia, meskipun Arsenal tetap menunjukkan kekuatan di bawah arahan Arteta.
Gaya bermain Martinelli yang agresif dan menyerang ke depan masih memberikan kontribusi positif bagi tim. Namun, kurangnya peningkatan dalam performa membuat beberapa pihak berpendapat bahwa Arsenal perlu mencari alternatif baru.
Sebelumnya, klub-klub dari Saudi Pro League juga dikabarkan tertarik untuk memberikan tawaran besar kepada Martinelli. Dengan usianya yang baru 24 tahun, Arsenal mungkin masih dapat memperoleh nilai transfer yang tinggi jika mereka memutuskan untuk menjualnya.
Martin Odegaard
Nama terakhir yang mengejutkan adalah kapten tim, Martin Odegaard. Beberapa tahun yang lalu, sulit untuk membayangkan Arsenal tanpa kehadiran Odegaard.
Playmaker asal Norwegia ini menunjukkan performa yang sangat mengesankan dalam dua musim berturut-turut saat Arsenal menjadi pesaing serius dalam perburuan gelar liga.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, pengaruhnya mulai meredup. Arsenal bahkan sempat beradaptasi tanpa Odegaard pada musim lalu akibat cedera yang dialaminya.
Situasi ini secara tidak langsung mendorong perubahan dalam gaya bermain Arsenal menjadi lebih tangguh secara fisik dan lebih banyak mengandalkan situasi bola mati.
Saat ini, muncul anggapan bahwa skuad Arsenal telah berkembang melebihi kapten mereka. Odegaard dianggap kurang memiliki kekuatan dalam transisi permainan dan terkadang lebih sering tidak terlihat dalam pertandingan dibandingkan dengan sebelumnya.
Menjualnya mungkin terdengar seperti sebuah kesalahan beberapa tahun lalu, tetapi semakin banyak pendukung yang mulai menerima kemungkinan tersebut, terutama dengan hadirnya talenta muda seperti Nwaneri dan Max Dowman.
Jika Odegaard benar-benar dilepas, dia diyakini masih akan sangat cocok bermain di klub-klub besar Eropa yang mengandalkan penguasaan bola. Namun, Arsenal tentu akan menetapkan harga tinggi, yang bisa menjadi kendala bagi klub di luar Inggris untuk merekrutnya.
Sumber: Sport Illustrated