Kisah Socrates: Legenda Brasil Bermain Hanya 12 Menit di Inggris
Socrates, legenda sepak bola Brasil yang terkenal dengan keterampilannya, mengejutkan banyak orang pada tahun 2004.
Socrates merupakan salah satu ikon sepak bola Brasil yang sangat dihormati karena keterampilannya di lapangan hijau. Pada tahun 2004, ia membuat langkah yang mengejutkan dengan memutuskan untuk bergabung dengan klub kecil di Inggris, Garforth Town.
Ia menerima tawaran dari Simon Clifford untuk bermain di klub tersebut dengan kontrak selama satu bulan. Keputusan Socrates untuk bermain di Inggris tidak hanya sekadar untuk pengalaman pribadi, tetapi juga untuk mendukung proyek akademi sepak bola yang dikelola oleh Clifford. Pada saat itu, Socrates berusia 50 tahun dan hanya tampil satu kali untuk Garforth Town.
Dalam pertandingan tersebut, ia masuk sebagai pemain pengganti dan laga berakhir imbang 2-2 di depan 1.000 penonton. Meskipun ia telah berusaha untuk memberikan kontribusi, debutnya di sepak bola Inggris tidak berlangsung lama. Ia hanya bermain selama 12 menit sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Brasil.
Setelah itu, ia melanjutkan kariernya di dunia televisi, meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola. Keputusan tersebut menunjukkan dedikasinya tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk pengembangan generasi muda di bidang sepak bola.
Hanya muncul selama 12 menit
Socrates memasuki lapangan pada menit ke-78 dengan mengenakan sarung tangan, celana panjang, dan jersey yang longgar. Meskipun ia sempat melepaskan tembakan keras ke arah gawang lawan, ia mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan ritme permainan yang berlangsung cepat.
Cuaca dingin di Inggris menjadi salah satu tantangan yang cukup berat baginya. “Itu terlalu dingin, begitu saya masuk, saya langsung sakit kepala. Saya tidak terbiasa dengan ini,” ungkap Socrates setelah pertandingan. Sang legenda sepak bola tersebut juga mengakui bahwa kecepatan permainan lebih tinggi daripada yang ia perkirakan sebelumnya.
“Itu lebih kompetitif dan sangat sengit, tetapi saya menikmatinya dan ini pengalaman yang menarik,” tambahnya. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, Socrates tetap berusaha memberikan yang terbaik di lapangan dan menikmati setiap momen yang ada.
Socrates memiliki tujuan utama
Keputusan Socrates untuk bermain di Inggris tidak hanya didasarkan pada keinginannya untuk kembali ke dunia sepak bola. Ia hadir di sana karena ketertarikan terhadap akademi yang telah dikembangkan oleh Simon Clifford.
Socrates menjelaskan, “Saya di sini karena Simon mengundang saya untuk melihat proyek anak-anaknya yang menurut saya sangat menarik.” Ia mengamati bahwa Clifford menggunakan sepak bola sebagai alat untuk membantu anak-anak bersosialisasi dan meningkatkan kondisi fisik mereka. Meskipun waktu bermainnya di lapangan tergolong singkat, Socrates sangat menghargai inisiatif tersebut.
Ia menegaskan, “Tujuan saya bukan bermain sepak bola, tetapi proyek Simon, dan saya jatuh cinta dengan itu.” Hal ini menunjukkan bahwa bagi Socrates, nilai dari proyek tersebut jauh lebih penting daripada sekadar bermain di lapangan. Dengan demikian, ia berkomitmen untuk mendukung upaya Clifford dalam menciptakan dampak positif bagi anak-anak melalui olahraga.
Gaya hidup yang tetap sama
Socrates terkenal sebagai seorang pemain dengan kebiasaan yang cukup menarik, seperti merokok dan mengonsumsi bir sebelum pertandingan dimulai. Setelah menyaksikan kebiasaan tersebut di ruang ganti, Clifford memutuskan untuk tidak memainkannya lagi. "Saya memutuskan untuk tidak memainkannya di laga berikutnya karena pemanasannya terdiri dari dua botol Budweiser dan tiga batang rokok," ungkap Clifford. Meskipun ia memiliki keinginan untuk bermain lebih banyak, perjalanan Socrates di Inggris harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Setelah itu, ia kembali ke Brasil dan meninggalkan jejak cerita yang unik dan mengesankan yang masih dikenang hingga saat ini. Kebiasaan Socrates yang tidak biasa ini menjadi bagian dari warisannya dalam dunia sepak bola, serta menambah warna dalam sejarah kariernya yang menarik. Sumber: Daily Star