Dua Kesalahan VAR pada Serie A di Akhir Pekan Lalu
Dua keputusan yang salah terjadi dalam pertandingan Lecce melawan Udinese serta Parma berhadapan dengan Bologna.
Kontroversi kembali menyelimuti Serie A karena adanya kesalahan yang melibatkan teknologi VAR. Dua insiden yang keliru tercatat dalam pertandingan antara Lecce melawan Udinese dan juga Parma melawan Bologna. Antonio Damato, yang merupakan perwakilan wasit Serie A, mengonfirmasi bahwa kesalahan tersebut memang terjadi. Ia menegaskan bahwa keputusan yang salah ini dapat berpengaruh signifikan terhadap persaingan di zona degradasi.
Kesalahan pertama terjadi ketika Udinese meraih kemenangan atas Lecce, di mana VAR seharusnya memberikan keputusan yang lebih tepat. Di sisi lain, tim Parma juga mendapatkan penalti yang seharusnya tidak diberikan saat mereka berhadapan dengan Bologna. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keandalan sistem VAR dalam membantu wasit mengambil keputusan yang adil dan tepat di lapangan.
Perdebatan mengenai penalti Udinese
Lecce mengalami kekalahan tipis 0-1 saat melawan Udinese, yang disebabkan oleh sebuah penalti yang dipertanyakan. Penalti tersebut diberikan setelah Gaby Jean mengenai wajah Sandi Lovric, namun menurut Damato, tindakan tersebut tidak dapat dianggap sebagai pelanggaran. Dia menjelaskan bahwa bek Lecce hanya berusaha untuk mengambil posisi dan sedikit mengangkat tangannya.
Seharusnya, VAR melakukan analisis terhadap keseluruhan pergerakan dalam momen tersebut, bukan hanya fokus pada kontak terakhir yang terjadi. Sayangnya, keputusan yang diambil di lapangan tetap tidak berubah, meskipun ada keraguan mengenai keabsahan penalti yang diberikan. Hal ini menambah ketidakpuasan di kalangan pemain dan pendukung Lecce, yang merasa keputusan tersebut sangat merugikan tim mereka.
Penalti yang dipertanyakan untuk Parma
Dalam pertandingan antara Parma dan Bologna, terjadi kesalahan keputusan yang cukup signifikan. Parma berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0, namun situasi penalti yang diberikan kepada mereka menjadi sorotan. Penalti tersebut terjadi akibat handball yang dilakukan oleh Sam Beukema, walaupun tangannya berada dalam posisi alami. Menurut pernyataan Damato, jarak bola dengan tangan Beukema terlalu dekat untuk dianggap sebagai pelanggaran, sehingga seharusnya penalti tersebut tidak perlu diberikan.
Di samping itu, tim Bologna juga merasakan kerugian akibat keputusan yang merugikan. Mereka merasa dirugikan karena Matteo Cancellieri tidak mendapatkan kartu merah dalam insiden yang terjadi. Sayangnya, VAR tidak dapat melakukan intervensi dalam situasi ini, mengingat sistem VAR hanya dapat meninjau keputusan kartu merah yang diberikan secara langsung. Hal ini semakin menambah ketidakpuasan bagi tim Bologna dan pendukungnya. Sumber: Football Italia