Dominasi Brasil, Semua Perwakilan Lolos 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025
Fluminense berhasil memastikan diri melaju ke babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Mamelodi Sundowns.
Fluminense berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025. Hasil imbang tanpa gol yang mereka raih melawan Mamelodi Sundowns sudah cukup untuk memastikan kelolosan mereka. Pertandingan yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami, berlangsung dengan intensitas tinggi, meskipun tidak ada gol yang tercipta pada Kamis (26/6/2025) dini hari WIB. Dengan hasil tersebut, Fluminense menempati posisi kedua di Grup F dengan total lima poin.
Posisi ini cukup untuk melengkapi dominasi klub-klub Brasil di fase knockout turnamen ini. Sebelumnya, Palmeiras, Flamengo, dan Botafogo telah lebih dulu memastikan tempat mereka. Keempat wakil dari Brasil ini kini bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka dalam kompetisi yang melibatkan 32 klub dari seluruh dunia. Dengan keberadaan mereka, peta kekuatan di babak selanjutnya menjadi semakin menarik untuk disaksikan.
Dominasi klub-klub Brasil
Empat tim dari Brasil berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia Antarklub. Klub-klub tersebut adalah Palmeiras, Flamengo, Botafogo, dan Fluminense, yang siap untuk bersaing dengan tim-tim besar dari seluruh dunia. Flamengo, yang keluar sebagai juara Grup D, akan menghadapi Bayern Munchen dalam pertandingan mendatang.
Di sisi lain, Palmeiras akan bertanding melawan sesama klub Brasil, Botafogo. Fluminense juga akan berlaga, tetapi lawan mereka masih belum ditentukan, bisa jadi Inter Milan, Monterrey, atau River Plate.
Fluminense berhasil lolos meski mengalami tekanan
Dalam pertandingan melawan Sundowns, Fluminense mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan dari tim lawan. Sundowns menunjukkan permainan yang dominan dengan menciptakan berbagai peluang di babak pertama. Dua kesempatan emas muncul dari Lucas Ribeiro dan Tashreeq Matthews, namun keduanya berhasil digagalkan oleh Fabio, kiper veteran berusia 44 tahun. Baru di paruh kedua, Fluminense mulai meningkatkan intensitas serangan, termasuk peluang dari German Cano yang mengenai tiang gawang. Meskipun stadion tidak penuh, dukungan dari suporter tetap terasa kuat.