5 Kamera, Hanya 2 Tayangan Ulang: Kontroversi VAR di El Clasico Barcelona vs Madrid
Dua keputusan VAR yang diperdebatkan dalam El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid memicu kemarahan.
Barcelona kembali menunjukkan kekuatannya dengan meraih kemenangan dramatis 4-3 atas Real Madrid dalam pertandingan El Clasico yang berlangsung di Montjuic. Namun, euforia kemenangan ini sedikit ternodai oleh beberapa keputusan wasit dan VAR yang dianggap merugikan tim Blaugrana.
Beberapa momen penting dalam pertandingan ini menuai pertanyaan, seperti pemberian penalti kepada Kylian Mbappe yang berada dalam posisi offside, serta keputusan untuk tidak memberikan penalti atas handball yang dilakukan oleh Aurelien Tchouameni di dalam kotak penalti setelah ditinjau oleh VAR.
Yang lebih mengejutkan, VAR hanya memperlihatkan dua sudut kamera kepada wasit di lapangan, padahal seharusnya ada lima sudut yang tersedia untuk memberikan gambaran yang lebih jelas.
Meskipun diwarnai oleh kontroversi, Barcelona berhasil menunjukkan kualitas permainan mereka dengan mengamankan tiga poin yang sangat berharga. Kemenangan ini juga meningkatkan kemungkinan bahwa Madrid tidak akan memiliki peluang untuk meraih gelar besar di musim ini.
VAR
Salah satu fokus utama dalam pertandingan tersebut adalah insiden handball yang melibatkan Tchouameni di dalam kotak penalti. Meskipun bola dengan jelas mengenai tangan pemain Madrid itu, wasit Hernandez Hernandez memutuskan untuk tidak memberikan penalti setelah melakukan tinjauan melalui VAR.
Yang cukup mengejutkan, ruang VAR memiliki akses ke lima sudut kamera, tetapi hanya dua sudut yang ditampilkan kepada wasit—satu sudut diagonal dan satu sudut dari belakang gawang. Padahal, siaran televisi menunjukkan sudut lain yang lebih jelas, sehingga banyak pihak mempertanyakan sejauh mana transparansi dalam pengambilan keputusan tersebut.
Di samping itu, penalti yang diberikan kepada Mbappe juga dianggap tidak sah karena posisinya yang offside sebelum terjadinya pelanggaran. Namun, VAR tidak membatalkan keputusan tersebut, yang menambah daftar keputusan kontroversial yang tampaknya menguntungkan Los Blancos.
Kejadian-kejadian ini menciptakan keraguan di kalangan pengamat dan pendukung mengenai keadilan dalam pertandingan, serta bagaimana teknologi VAR digunakan dalam situasi-situasi krusial. Dengan demikian, keputusan-keputusan ini tidak hanya mempengaruhi jalannya pertandingan, tetapi juga menimbulkan perdebatan hangat di kalangan penggemar sepak bola.
Kontroversial
Setelah pertandingan, rekaman audio VAR dipublikasikan dan memperkeruh situasi yang sudah kontroversial. Dalam rekaman tersebut, Martinez Munuera, yang bertugas sebagai petugas VAR, terdengar mendorong wasit untuk mempertimbangkan kembali insiden tangan Tchouameni.
Namun, ia juga menyatakan, "Tidak ada angle kamera lain yang lebih jelas." Faktanya, terdapat sudut pandang lain yang tersedia dan bahkan ditayangkan di televisi.
Para pendukung Barcelona menyebut pertandingan ini sebagai "upaya perampokan" oleh Madrid, mengingat beberapa keputusan yang dianggap tidak konsisten. Meski demikian, tim Blaugrana berhasil menunjukkan kemampuan mereka untuk meraih kemenangan meskipun harus menghadapi berbagai tantangan di luar lapangan.
Dengan kekalahan ini, Madrid kini hanya dapat berpuas diri dengan gelar UEFA Super Cup sebagai satu-satunya trofi yang mereka raih di musim ini. Sementara itu, Barcelona semakin mendekati gelar La Liga, sekaligus membuktikan bahwa mereka tetap menjadi ancaman bagi rival abadi mereka.