Godaan Tak Terbendung, Jaja Miharja Rindu Durian dan Gulai Kambing
Selain daging kambing, Jaja Miharja merasa sangat tertekan karena harus menahan diri dari keinginan untuk mengonsumsi jenis makanan tertentu.
Aktor dan pedangdut senior, Jaja Miharja, kini harus lebih memperhatikan pola makan demi proses pemulihan kesehatannya. Ia bahkan harus rela meninggalkan makanan kesukaannya. Kecintaannya terhadap masakan berbahan daging kambing sudah menjadi pengetahuan umum di kalangan teman-temannya.
Meskipun ia menyadari bahwa makanan tersebut dapat membahayakan kesehatan, terkadang ia tak dapat menahan diri dari aroma menggoda sate atau gulai kambing yang sangat menggugah selera.
"Makan... ya nyuri-nyuri dikit lah, makan kambing," ungkap Jaja Miharja sambil tertawa saat berada di Kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 19 Januari 2026.
Jaja juga menceritakan rencananya untuk pergi ke Bogor dan menikmati hidangan kambing di sebuah warung, namun sayangnya rencana tersebut batal karena warung yang dituju tutup. Selain daging kambing, ada satu jenis buah yang sangat diinginkannya tetapi kini menjadi "musuh" terbesarnya dalam menjaga kesehatan. Jaja mengaku merasa tersiksa karena harus menahan hasrat untuk menyantap buah tersebut yang memiliki aroma yang sangat khas.
"Duren! Ada rencana mau makan duren tapi dilarang dokter, nggak boleh sama sekali," jelasnya dengan nada sedih.
Merindukan daging kambing dan durian
Ketika ditanya tentang makanan yang paling ia rindukan antara daging kambing dan durian, Jaja merasa kesulitan untuk memilih. Bagi Jaja, kedua jenis makanan tersebut merupakan sumber kebahagiaan kuliner yang telah menjadi bagian integral dari gaya hidupnya selama bertahun-tahun.
“Dua-duanya! Tapi dilarang dokter,” jawab Jaja, seorang seniman Betawi. Ia menyadari bahwa meskipun keduanya sangat disukainya, kesehatan tetap menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan.
Kondisi mulai menunjukkan perbaikan, dan kita patut bersyukur
Jaja menyadari pentingnya menjaga kestabilan fungsi organ-organ vital dalam tubuhnya dengan menerapkan pola makan yang sehat. Ia merasa bersyukur karena kondisinya kini semakin membaik dan tidak perlu lagi bergantung pada kursi roda.
"Sejak pulang dari rumah sakit, sebulan lah. Karena kan di kakinya ada penyempitan (pembuluh darah), jadi dirawat. Sekarang udah encer (darahnya)," pungkas Jaja Miharja.
Jaja Miharja harus mengonsumsi obat yang diperlukan
Jaja Miharja saat ini masih secara teratur mengonsumsi obat demi kesembuhannya. Ia menjelaskan bahwa jadwal minum obatnya dibagi menjadi beberapa waktu untuk menjaga agar fungsi organ tubuhnya tetap stabil.
"Obat mah tetep aja. Kalau pagi 16 (butir). Pagi 16, siang 11. Ayah inget kok apa aja obatnya. Ada pengencer darah, apa segala macam. Nah ini buat entar nih, malam. Tadi pagi udah, sama siang belum nih," paparnya. Dengan cara ini, Jaja berharap dapat memaksimalkan proses penyembuhan dan menjaga kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.