Ahmad Dhani Blak-blakan Soal Perceraian dengan Maia Estianty, Tegaskan Siap Lindungi Putrinya
Ahmad Dhani menjelaskan bahwa terdapat alasan penting mengapa putusan pengadilan baru dikeluarkan enam tahun setelah Maia Estianty mendaftarkan gugatan.
Perselisihan yang terjadi antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali menjadi sorotan publik. Ahmad Dhani, yang dikenal sebagai pentolan grup band Dewa 19, mengungkapkan kronologi sebenarnya mengenai perpisahan mereka yang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia.
Ia menegaskan bahwa banyak orang yang salah memahami siapa yang sebenarnya mengakhiri pernikahan mereka. Dalam penjelasannya, Ahmad Dhani menjelaskan perbedaan antara proses hukum yang berlaku di negara ini dengan ketetapan secara agama yang ia lakukan secara langsung.
"Jadi di dalam pernikahan itu ada pernikahan agama, ada pernikahan yang didaftarkan ke KUA, yaitu yang diakui oleh negara. Jadi, secara agama sebenarnya banyak juga yang nggak tahu, sebenarnya saya yang menalak tiga langsung Maia Estianty di bulan Desember 2006," ujar Ahmad Dhani di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026).
Keputusan untuk menjatuhkan talak tiga secara langsung tersebut, menurut Dhani, terjadi jauh sebelum gugatan resmi didaftarkan ke pengadilan. Ia juga merinci perbedaan waktu antara talak yang diucapkannya dan proses pendaftaran gugatan yang dilakukan oleh Maia di Pengadilan Agama.
"Nah, lalu Maia Estianty menggugat cerai saya ke Pengadilan Agama, April 2007. Biasanya gugatan cerai itu kan cepat. Boleh dicek deh, jadi biasanya gugatan cerai itu biasanya nggak lama," tambahnya.
Ahmad Dhani juga menyoroti bagaimana proses hukum yang berlangsung sangat rumit dan memakan waktu bertahun-tahun. Ia menjelaskan bahwa ada alasan mendasar mengapa putusan pengadilan baru keluar pada tahun 2013, atau enam tahun setelah gugatan tersebut didaftarkan.
Kemenangan
Ia menyatakan bahwa kemenangan secara esensial tetap berada di tangannya meskipun proses yang dilalui sangat panjang. Dirinya merasa diuntungkan dengan waktu yang lama tersebut karena berhubungan dengan keputusan anak-anaknya di masa depan.
"Nah ini, digugat April 2007 baru diputus 2013. Artinya ada 6 tahun. Kenapa 6 tahun? Karena pada hakikatnya, kita bicara hakikat ya. Pada hakikatnya kemenangan itu ada di pihak saya. Karena diputus 6 tahun artinya tahun 2013 Dul, anak saya yang paling bungsu, sudah boleh memilih untuk tinggal dengan siapa. Jadi di situ sebenarnya ya selama 6 tahun anak hak asuhnya tetap pada saya," jelasnya.
Meskipun selama ini dikenal sebagai sosok yang tenang, ada satu hal yang membuat Dhani merasa perlu bertindak tegas demi keadilan keluarganya. Keputusan ini diambil karena rasa sayangnya terhadap Safeea Ahmad, yang sering kali menjadi sasaran narasi-narasi negatif di media sosial.
Maia Berperan Sebagai Pemantik Api
Bukan, sebenarnya saat itu saya merasa tergugah ketika ada yang menyinggung putri saya. Saya tidak bisa hanya diam ketika mendengar narasi-narasi yang beredar dan akhirnya menyudutkan putri saya, Safeea, yang kini berusia 15 tahun," ujar Dhani. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak komentar negatif yang ditujukan kepada remaja putrinya di media sosial, terutama Instagram. Dhani berpendapat bahwa netizen hanyalah "asap" yang muncul akibat adanya "api" yang terus dinyalakan oleh pihak tertentu melalui berbagai konten yang mereka buat.
"Ya netizen dari mana... netizen itu kan cuma asap. Apinya dari mana, ya dari Maia Estianty lah. Dari podcast-podcast safarinya. Saya bingung juga, kan udah menikah dengan suami yang kaya raya, tapi kok masih rajin podcast gitu, dan setiap podcast-nya ngomongin suaminya yang lama gitu," tambah Dhani.
Dalam pandangannya, semua ini menunjukkan bahwa ada pihak yang terus-menerus menyebarkan informasi yang tidak baik tentang keluarganya. Hal ini membuatnya merasa perlu untuk melindungi putrinya dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh komentar-komentar tersebut.
Keadaan anak Perempuannya
Dhani tidak mau memberikan penjelasan mendetail mengenai keadaan anak perempuannya saat ini. Meskipun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk melakukan segala hal demi membela dan melindungi putrinya dari ketidakadilan yang dirasakannya selama ini.
"Ya saya nggak bisa menceritakan kondisi Safeea. Pokoknya kami mencurigai sesuatu yang tidak baik gitu loh. Maka dari itu saya harus bergerak, saya harus bertindak, gitu loh. Saya harus bertindak atas nama putri saya gitu. Apa pun yang terjadi nanti saya nggak terlalu peduli gitu. Yang penting saya hadir di sini bicara apa adanya di sini untuk putri saya gitu," pungkas Ahmad Dhani.
Dalam situasi ini, Dhani menunjukkan keteguhan hati dan rasa tanggung jawab sebagai seorang ayah. Ia merasa perlu untuk mengambil tindakan yang tepat, meskipun tidak dapat merinci apa yang terjadi pada Safeea. Keprihatinan yang mendalam mendorongnya untuk berjuang demi kebaikan putrinya.
"Ya saya nggak bisa menceritakan kondisi Safeea. Pokoknya kami mencurigai sesuatu yang tidak baik gitu loh. Maka dari itu saya harus bergerak, saya harus bertindak, gitu loh. Saya harus bertindak atas nama putri saya gitu. Apa pun yang terjadi nanti saya nggak terlalu peduli gitu. Yang penting saya hadir di sini bicara apa adanya di sini untuk putri saya gitu," katanya.