4 Momen Hangat Denada dan Ressa Rossano Sambut Lebaran Usai Konsultasi Psikolog
Denada merasa sangat bersyukur karena akhirnya dapat bertemu dengan Ressa Rossano menjelang Lebaran 2026.
Momen yang sangat dinantikan oleh Ressa Rossano akhirnya terwujud. Menjelang Lebaran 2026, ia berhasil bertemu dengan ibu kandungnya, penyanyi Denada Tambunan.
Pertemuan tersebut diabadikan dalam beberapa foto yang kemudian diunggah oleh Denada di akun Instagram terverifikasinya pada Jumat, 20 Maret 2036.
Dalam foto-foto tersebut, Ressa terlihat tersenyum lebar, mengenakan kaus putih polos yang dipadukan dengan jaket biru tua dan celana panjang berwarna turangga.
Sementara itu, Denada tampil anggun dalam gaun putih lengan panjang yang memiliki aksen lipatan di bagian pinggang.
Dalam unggahan tersebut, pelantun lagu "Sambutlah" dan "Kujelang Hari" ini mengungkapkan rasa syukurnya kepada Sang Khalik karena akhirnya bisa bertatap muka dengan Ressa Rossano.
Denada menegaskan bahwa pertemuan ini bukan semata-mata karena usaha dirinya, tetapi melibatkan bantuan dari berbagai pihak.
Salah satu yang berperan penting adalah psikolog Intan Erlita, yang telah mendampingi dan membimbingnya melalui masa-masa sulit.
Harapan Denada adalah agar pertemuan ini menjadi titik terang dalam konflik yang terjadi antara dirinya dan Ressa Rossano.
"Alhamdulillah. Allah Maha Besar. Terima kasih atas doa dan bantuan dari semua kerabat, dan keluarga. Terima kasih bu Intan Erlita, ibu psikolog kesayangan yg baik, atas bantuan, bimbingan dan pendampingannya," tulis Denada bersamaan dengan empat foto tersebut.
Respon positif datang dari sejumlah artis Tanah Air yang menyambut hangat unggahan pemilik album Awal Baru.
"Indahnya ramadan. Berkah, berkah, berkah," tulis Ivan Gunawan, mengekspresikan kebahagiaannya. "Masyaallah, alhamdulillah," balas Irfan Hakim. "Alhamdulillah," ungkap Titi DJ.
Sementara Venna Melinda menambahkan, "Alhamdulillah. Bahagia selalu my dear sis" di kolom komentar. Momen ini menjadi simbol harapan dan kebahagiaan bagi banyak orang yang terlibat.
Gugatan Pengadilan
Ressa Rossano telah lama berharap untuk mendapatkan pengakuan serta kesempatan untuk bertemu langsung dengan Denada.
Harapan ini muncul sejak beberapa minggu yang lalu, di mana ia melayangkan gugatan kepada Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, terkait dugaan penelantaran anak.
Menurut laporan dari kontributor Showbiz Liputan6.com, M Altaf Jauhar, pada 13 Februari 2026, Ressa mengajukan gugatan yang bernilai miliaran rupiah.
Pengacara Ressa, Ronald Armada, menyatakan bahwa kliennya ingin bertemu dengan Denada tanpa adanya sorotan kamera, agar pertemuan tersebut dapat berlangsung dengan lebih intim dan pribadi.
Buka Pintu Komunikasi
Ronald Armada menyatakan kesediannya untuk memfasilitasi pertemuan jika itu memang inisiatif dari pihak Denada. Ia menegaskan, "Kalau memang inisiatifnya untuk ketemu, sudahlah nanti saya fasilitasi."
Ronald juga menekankan bahwa hubungan yang ia miliki dengan Ressa jauh lebih dekat dibandingkan dengan orang lain, termasuk Denada.
Ia bahkan menyebutkan, "Jangan anggap saya pengacaranya Ressa karena saya ini punya lebih hubungan intens daripada jenengan itu kepada Ressa, malah seringan saya yang gendong dia mulai kecil daripada dia."
Dengan pernyataan tersebut, Ronald berharap agar Denada mau berbicara langsung dengannya demi kenyamanan Ressa Rossano.
Ronald Armada membuka peluang untuk menjalin komunikasi yang lebih baik antara Denada dan dirinya.
Ia percaya bahwa jika komunikasi berjalan lancar, pertemuan yang diharapkan dapat terwujud tanpa ada kendala.
Dengan pendekatan yang baik, Ronald berharap bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi Ressa.
Ia ingin memastikan bahwa semua pihak dapat berkomunikasi dengan baik demi kepentingan Ressa, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka.
Pertemuan Tertutup
Permintaan untuk mengadakan pertemuan antara Ressa Rossano dan Denada dilaksanakan secara tertutup, dan hal ini bukan tanpa alasan.
Ressa Rossano masih merasa canggung dan sedikit takut dalam situasi tersebut. Kunci dari pertemuan ini adalah niat baik dan komunikasi yang jelas.
"Sudah, ngomong sajalah sama saya nanti saya fasilitasi. Anak ini agak sedikit canggung, anak ini agak sedikit takut. Makanya nanti kalau sudah ada komunikasi insyaallah kita juga mau ketemu kok," ungkap Ronald Armada pada saat itu.
Situasi yang dihadapi oleh Ressa menunjukkan betapa pentingnya rasa nyaman dalam berkomunikasi.
Ronald berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung agar kedua pihak dapat bertemu dengan baik.
Dengan adanya komunikasi yang baik, diharapkan akan tercipta rasa saling percaya yang dapat memudahkan pertemuan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang tepat dapat membantu mengatasi ketakutan dan kecanggungan yang mungkin dirasakan oleh Ressa.