Zita Anjani Dorong Pemulihan Wisata Semeru Berbasis Alam dan Budaya Pasca-Erupsi
Utusan Khusus Presiden, Zita Anjani, menekankan pentingnya pendekatan pelestarian alam dan budaya dalam Pemulihan Wisata Semeru pasca-erupsi, demi keberlanjutan dan keamanan destinasi.
Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, menyoroti pentingnya pemulihan kawasan wisata Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Pasca-erupsi, momen ini dianggap krusial untuk menata ulang destinasi tersebut. Pendekatan yang diusung adalah pelestarian alam dan budaya lokal yang menjadi identitas Semeru.
"Gunung Semeru bukan sekadar kawasan geografis, melainkan ikon wisata alam Indonesia yang dikenal hingga mancanegara," kata Zita Anjani dalam keterangan tertulisnya. Oleh karena itu, Zita menekankan bahwa pemulihan harus komprehensif. Ini melibatkan aspek lingkungan, infrastruktur, dan terutama komunitas lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Semeru.
Pernyataan ini disampaikan Zita Anjani dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang pada Minggu, 23 November. Fokus utama adalah bagaimana menjadikan bencana sebagai momentum. Tujuannya adalah untuk menciptakan tata kelola wisata yang lebih aman dan berkelanjutan di masa mendatang, dengan memperhatikan keseimbangan fisik dan nilai kearifan lokal.
Fokus pada Pelestarian Alam dan Budaya Lokal
Pemulihan Wisata Semeru pasca-erupsi harus mengedepankan keaslian budaya masyarakat di lereng gunung. Tradisi lokal, kearifan lingkungan, serta pola hidup warga merupakan bagian penting yang wajib dijaga. Hal ini menjadi fondasi dalam setiap langkah pemulihan kawasan wisata.
Selain aspek budaya, konservasi lingkungan juga menjadi perhatian utama. "Pemulihan kawasan wisata Semeru tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan konservasi lingkungan, terutama jalur pendakian, kawasan rawan bencana, dan daerah penyangga," ujar Zita. Ini menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan ekosistem.
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Gunung Semeru tetap menjadi destinasi yang memikat. Keaslian alam dan budaya yang terjaga akan memberikan nilai tambah bagi wisatawan. Ini juga mendukung keberlanjutan ekosistem di sekitar gunung.
Peningkatan Infrastruktur dan Pemberdayaan Komunitas
Daya dukung wisata menjadi fokus utama dalam upaya Pemulihan Wisata Semeru. Pembenahan aksesibilitas, jalur evakuasi, dan infrastruktur penunjang yang aman bagi wisatawan adalah prioritas. Langkah-langkah ini penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
Keberlanjutan komunitas wisata juga menjadi perhatian serius. "Keberlanjutan komunitas wisata juga menjadi perhatian, termasuk pelibatan porter, pemandu, UMKM, dan penggerak pariwisata lokal lainnya," kata Zita. Harapannya, hal ini tidak hanya memulihkan kondisi pasca-erupsi, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola wisata secara mandiri.
Zita Anjani menyatakan bahwa substansi kebijakan ini melihat bencana bukan sekadar ancaman. Namun, sebagai momentum untuk menata tata kelola wisata agar lebih aman dan berkelanjutan. Perhatian Presiden terhadap aspek sosial-budaya menunjukkan keseimbangan antara fisik, lingkungan, dan nilai-nilai kearifan lokal.
Sinergi Antar Pihak untuk Citra Internasional
Pemulihan kawasan wisata Semeru yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia di mata internasional. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan. Masyarakat lokal juga akan merasakan dampak positif dari pemulihan yang terencana dengan baik.
Koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas wisata adalah kunci keberhasilan. "Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas wisata menjadi kunci agar pemulihan berjalan efektif, harmonis, dan sesuai dengan prinsip pelestarian alam serta budaya," tegas Zita. Sinergi ini penting agar proses pemulihan berjalan efektif dan harmonis.
Dengan pendekatan komprehensif ini, Gunung Semeru diharapkan tetap menjadi destinasi wisata yang memikat, aman, dan lestari. Setiap kunjungan wisatawan diharapkan turut mendukung pemulihan sosial-ekonomi masyarakat. Terutama bagi mereka yang tinggal di lereng gunung, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews