Wagub NTB Dorong Perlindungan Penenun Wastra NTB Demi Lestarinya Budaya dan Ekonomi Lokal
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menekankan pentingnya perlindungan penenun wastra NTB. Upaya ini menjadi kunci utama melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, secara tegas mendorong upaya perlindungan terhadap kehidupan para penenun. Langkah ini krusial untuk melestarikan wastra khas daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Perlindungan ini memastikan nilai dan identitas budaya lokal tetap terjaga kuat di tengah masyarakat.
Pengembangan wastra daerah tidak hanya berfokus pada pengenalan di tingkat nasional maupun internasional. Namun, juga harus memperhatikan keberlanjutan para penenun sebagai penjaga utama nilai serta identitas budaya. Hal ini disampaikan Wagub Indah dalam pernyataannya di Mataram pada Minggu, 8 Februari 2026.
Wagub Indah menegaskan bahwa promosi dan peragaan busana saja tidak cukup untuk mengembangkan wastra. Perlindungan serta pemberdayaan penenun harus berjalan beriringan guna menjaga warisan budaya.
Pentingnya Perlindungan Penenun dalam Pelestarian Wastra NTB
Wagub Indah Dhamayanti Putri menyoroti tenun Muna Pa'a dari Kabupaten Dompu yang memiliki kekhasan dan nilai estetika tinggi. Tenun ini bahkan telah memperoleh apresiasi di berbagai kesempatan, menunjukkan potensi besar wastra lokal. Pemerintah NTB berkomitmen untuk menjaga warisan berharga ini agar tetap lestari.
Pemerintah Provinsi NTB mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranas) Dompu agar memberikan perhatian serius kepada para penenun. Tujuannya adalah memastikan tenun Muna Pa'a tetap lestari dan tersedia secara berkelanjutan. Dukungan ini sangat vital bagi keberlangsungan seni tenun tradisional.
Pada 7 Februari 2026 di Mataram, pagelaran bertajuk Marvelous Wastra NTB sukses menyuguhkan 60 koleksi wastra dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat. Acara tersebut dipresentasikan melalui peragaan busana dan seni pertunjukan yang memukau. Pagelaran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi budaya, tetapi juga sarana membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai peristiwa alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Wastra NTB sebagai Simbol Budaya dan Penggerak Ekonomi Keluarga
Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Sinta Agathia, menyampaikan bahwa wastra memiliki peran lebih dari sekadar produk budaya. Wastra juga berperan penting dalam penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan dampak positif wastra dalam kehidupan sosial.
Sinta menjelaskan bahwa "Di balik setiap helai wastra terdapat kerja keras para ibu dan perempuan yang menggantungkan harapan hidup dari kerajinan tersebut". Ini menegaskan bahwa wastra adalah sumber penghidupan yang bermartabat bagi banyak keluarga.
Wastra NTB, termasuk tenun Muna Pa'a, memiliki nilai budaya yang tinggi dan potensi ekonomi yang besar. Potensi ini dapat terwujud apabila dikelola secara berkelanjutan, terorganisir, dan mendapat dukungan dari seluruh pihak. Pengelolaan yang baik akan memastikan manfaat ekonomi wastra dapat dirasakan secara luas.
Strategi Pengenalan Wastra NTB ke Kancah Nasional dan Internasional
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) NTB berkomitmen penuh dalam mendukung pelestarian serta pengembangan wastra daerah. Tujuannya agar wastra terus hidup, berkembang, dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga para perajin. Dukungan ini merupakan bagian integral dari strategi pemberdayaan masyarakat.
Sinta Agathia menekankan bahwa pengenalan wastra ke tingkat nasional dan internasional harus selalu diiringi dengan kesiapan di hulu. Kesiapan ini terutama melalui perhatian, pendampingan, dan pemberdayaan para penenun serta perajin. Kualitas dan ketersediaan produk harus terjamin sebelum melangkah lebih jauh.
Wastra tidak hanya menjadi kebanggaan daerah semata, tetapi juga "sumber penghidupan yang bermartabat" bagi masyarakat. Oleh karena itu, upaya kolektif dari pemerintah, Dekranas, PKK, dan masyarakat sangat diperlukan. Sinergi ini akan memastikan masa depan wastra NTB tetap cerah.
Sumber: AntaraNews