Tradisi Ngapungkeun Balon Garut: Daya Tarik Wisata Kearifan Lokal yang Memukau
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut melihat Tradisi Ngapungkeun Balon sebagai potensi atraksi wisata kearifan lokal yang menarik, digelar rutin setiap Lebaran di Panawuan, Tarogong Kidul.
Tradisi Ngapungkeun Balon, sebuah ritual menerbangkan balon berukuran raksasa, menjadi daya tarik tersendiri di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, setiap momentum Hari Raya Lebaran.
Tradisi ini telah berlangsung secara turun temurun sejak tahun 1960-an, menunjukkan kegembiraan dan kebersamaan warga pasca-Idul Fitri. Balon-balon raksasa ini terbuat dari bahan kertas yang disusun dengan diameter dan panjang bervariasi, bahkan ada yang mencapai 20 meter diameter dan 10 meter panjangnya.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut secara resmi mengakui tradisi ini sebagai potensi atraksi wisata berbasis kearifan lokal yang sangat menarik. Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat terhadap ekspresi budaya ini.
Potensi Wisata dan Dukungan Pemerintah Daerah
Tradisi Ngapungkeun Balon di Panawuan telah menarik perhatian Disparbud Kabupaten Garut sebagai aset pariwisata yang berharga. Beni Yoga Gunasantika menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik kuat sebagai atraksi wisata berbasis kearifan lokal.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh warga, baik dari dalam maupun luar kampung, menjadi bukti nyata akan kekuatan tradisi ini. Masyarakat menyambutnya dengan meriah sebagai wujud kegembiraan dan kebersamaan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Pemerintah Kabupaten Garut melalui Disparbud Garut melihat bahwa tradisi ini adalah ekspresi budaya yang tumbuh secara alami dari masyarakat. Hal ini menjadikannya unik dan otentik, sehingga layak untuk terus dilestarikan dan dikembangkan.
Sejarah dan Pelaksanaan Tradisi Ngapungkeun Balon
Tradisi menerbangkan balon raksasa ini memiliki akar sejarah yang panjang di Kampung Panawuan, telah dilestarikan sejak tahun 1960-an. Balon-balon tersebut dibuat secara tradisional dari kertas, dengan ukuran yang bervariasi.
Tidak hanya di satu lokasi, penerbangan balon ini bisa dilakukan di beberapa titik di kampung tersebut. Dalam satu lokasi, jumlah balon yang diterbangkan bahkan bisa lebih dari satu, menciptakan pemandangan yang meriah.
Proses pembuatan balon yang melibatkan masyarakat secara turun temurun juga menjadi bagian dari pesona tradisi ini. Setiap Lebaran, warga bergotong royong untuk mempersiapkan balon-balon yang akan diterbangkan.
Komitmen Keamanan dan Pengembangan Masa Depan
Selama pelaksanaannya setiap tahun, tradisi Ngapungkeun Balon selalu berjalan dengan tertib, aman, dan tidak membahayakan. Hal ini menjadi faktor penting yang mendukung keberlanjutan acara sebagai agenda rutin tahunan.
Disparbud Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan agar kegiatan ini dapat dikemas lebih baik lagi di masa mendatang. Tujuan utamanya adalah menjadikan tradisi ini sebagai agenda wisata yang membanggakan Kabupaten Garut.
Pengembangan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan yang datang atau mudik ke Garut untuk menyaksikan langsung tradisi unik ini. Upaya pembinaan juga akan fokus pada peningkatan aspek keamanan dan kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat.
Sumber: AntaraNews