Target 93% di 2029: Bank BJB Perkuat Inklusi Keuangan Perempuan dan Pekerja Migran
Bank BJB aktif memperkuat inklusi keuangan perempuan dan pekerja migran melalui program PESAT dan edukasi, mendukung target nasional 93% pada 2029. Simak strateginya!
Bank BJB secara aktif memperluas jangkauan inklusi keuangan bagi kelompok perempuan dan pekerja migran di Indonesia. Langkah strategis ini diambil melalui partisipasi dalam kegiatan Diseminasi Data Nasional Terpilah Gender (DNTG) dan Inovasi Layanan Inklusi Perempuan.
Acara penting tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI di Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (31/10) sebagai upaya nyata dalam mendukung pemerataan akses keuangan.
Partisipasi Bank BJB bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor menuju target inklusi keuangan nasional. Target ambisius sebesar 93 persen telah ditetapkan untuk tercapai pada tahun 2029 mendatang.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Inklusi Keuangan
Kemenko Perekonomian RI menyelenggarakan kegiatan DNTG di Cirebon sebagai forum penting. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergisitas lintas sektor dalam mencapai target inklusi keuangan nasional yang ambisius. Target tersebut adalah sebesar 93 persen pada tahun 2029.
Kegiatan ini juga mendukung implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang responsif gender. Berbagai pihak seperti lembaga keuangan, akademisi, dan organisasi pemberdayaan perempuan terlibat aktif. Bank BJB percaya bahwa inklusi keuangan yang merata menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi nasional yang tangguh dan berkelanjutan, termasuk di Cirebon.
Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia, menegaskan komitmen lembaganya. Ia menyatakan, "Kami akan terus mendukung pemerintah dalam mewujudkan keuangan inklusif bagi semua lapisan masyarakat." Komitmen ini menunjukkan peran aktif Bank BJB dalam pembangunan ekonomi yang inklusif.
Program PESAT dan Edukasi untuk Pekerja Migran
Bank BJB secara konsisten menjalankan program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT). Program ini menjadi sarana pembinaan dan pelatihan penting bagi pekerja migran. Tujuannya adalah meningkatkan literasi dan kemampuan pengelolaan keuangan mereka.
Program PESAT menyasar pekerja migran, baik yang hendak berangkat ke luar negeri, pekerja aktif, maupun yang sudah purna. Mereka dibekali kemampuan mengelola keuangan secara mandiri dan produktif. Dalam kegiatan di Cirebon, Bank BJB berperan sebagai narasumber edukasi untuk pekerja migran dan perempuan.
Selain edukasi, Bank BJB menyediakan beragam produk dan layanan keuangan yang ramah pekerja migran. Ini termasuk tabungan, DPLK bjb SIAP, aplikasi DIGI Bank BJB, serta layanan transaksi luar negeri. Fasilitas pembiayaan dan literasi keuangan juga tersedia untuk mendukung kesejahteraan mereka.
Apresiasi Kemenko Perekonomian dan Komitmen Berkelanjutan
Dalam kegiatan tersebut, Bank BJB menerima apresiasi dari Kemenko Perekonomian RI. Apresiasi ini diberikan untuk kategori Edukasi PMI Perempuan. Kontribusi Bank BJB dalam memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada pekerja migran diakui secara nasional.
Peningkatan literasi keuangan bagi kelompok perempuan dan pekerja migran merupakan strategi jangka panjang Bank BJB. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif serta berkeadilan gender. Bank BJB mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Herfinia menegaskan bahwa Bank BJB terus memperluas jangkauan inklusi keuangan dengan komitmen penuh. Hadir pula Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian Erdiriyo. Perwakilan dari Bank Syariah Indonesia, PNM, Pegadaian Syariah, Mercy Corps Indonesia, dan World Woman Bank juga turut berpartisipasi dalam acara ini.
Sumber: AntaraNews